Hendi Minta Pedagang Pasar Karangayu Legawa Direlokasi

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi meminta para pedagang di Pasar Karangayu Semarang legawa direlokasi untuk memperlancar pembangunan.

“Kami minta masyarakat dan pedagang legawa dengan rencana percepatan pembangunan Pasar Karangayu. Tempat relokasi sudah disediakan di lapangan belakang pasar,” katanya di Semarang, Kamis.

Menurut dia, tempat relokasi yang sudah disiapkan untuk para pedagang, yakni lapangan sepak bola di belakang Pasar Karangayu tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kota Semarang.

Dengan akan direvitalisasinya Pasar Karangayu, kata dia, konsekuensinya tentu pedagang harus segera pindah ke tempat relokasi yang memang dinilai paling representatif di wilayah itu.

“Tempat paling representatif untuk relokasi tentunya adalah lapangan sepak bola milik Pemkot Semarang itu. Makanya, masyarakat dan pedagang untuk memahami. Ya, harus legawa,” katanya.

Jika permintaan pedagang direlokasi di depan pasar sekarang, ia menolak, sebab dikhawatirkan akan membuat arus lalu lintas menjadi semrawut jika depan pasar menjadi tempat relokasi.

Hendi berjanji jika pembangunan pasar sudah rampung maka tempat relokasi yang berupa lapangan sepak bola akan segera dibenahi sehingga bisa digunakan kembali beraktivitas masyarakat.

“Lapangan itu kan milik Pemkot Semarang. Jadi, akan jadi lebih mudah. Berbeda ceritanya jika (tempat relokasi pedagang Pasar Karangayu, red.) menggunakan aset milik swasta,” katanya.

Lapangan sepak bola yang direncanakan menjadi tempat relokasi pedagang Pasar Karangayu selama ini digunakan beraktivitas masyarakat, terutama sekolah-sekolah yang berlokasi di sekitarnya.

Sekolah yang memanfaatkan lapangan itu, di antaranya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 30, SMPN 1, SMP/SMA Ronggolawe, Sekolah Menengah Atas Negeri 6, dan SDN Karangayu Semarang.

Maka dari itu, warga sekitar menyatakan penolakan terkait rencana lapangan sepak bola itu dijadikan tempat relokasi pedagang Pasar Karangayu karena khawatir akan menjadi kumuh dan kotor. (Jn16/ant)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *