Pembebasan Sandera 10 WNI Tunggu Sinyal Filipina

  • Whatsapp
ILUSTRASI - Keluarga korban sandera Kelompok Abu Sayap Filipina

TARAKAN, Jowonews.com – Pemerintah Indonesia tidak bisa seenaknya membebaskan WNI yang disandera kelompok Abu Sayaf di Filipina. Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Edy Rahmayadi menyatakan, pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayaf masih menunggu isyarat dari pemerintah Filipina.

“Kita hanya menunggu isyarat saja dari pemerintah Filipina apakah mau dilibatkan atau tidak,” sebut mantan Panglima Kodam I Bukit Barisan saat menggelar latihan gabungan (latgab) pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Ia mengemukakan, saat ini pemerintah Indonesia masih terus melakukan negosiasi dan koordinasi dengan pemerintah Filipina sekaitan dengan 10 WNI yang disandera kelompok separatis bulan Maret 2016.
Dikatakan, belum adanya kepastian melibatkan RI melakukan langkah-langkah pembebasan 10 WNI itu maka dianggap pemerintah Filipina masih mampu menanganinya dan siap mempertanggungjawabkannya.
“Kita (TNI) kan hanya pelaksana negara. Jika diperintahkan maka bersedia setiap saat melakukan apa saja sesuai dengan perintah negara,” terangnya

Pangkostrad mengungkapkan, “track record” pasukan khusus TNI dalam pembebasan sandera sudah terbukti dengan hasil yang menggembirakan yakni pada operasi pembebasan kapal Sinar Kudus dan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di Somalia. Pada saat, lanjutnya, pemerintah Somalia mengirimkan sinyal tidak mampu lagi sehingga meminta kepada pemerintah RI untuk turun tangan melakukan operasi militer. (JN19/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *