Pemprov Kaji Penambangan Rakyat Kali Apu

  • Whatsapp

BOYOLALI,Jowonews.com – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, yang akan menjadikan Kali Apu di Kecamatan Selo, sebagai kawasan penambangan rakyat, terus ditindaklanjuti. Tak hanya Kali Apu, tim juga akan menyurvei dua sungai lain di Selo, yang berhulu di lereng gunung Merapi.

Belum lama ini, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng menggelar pertemuan dengan Pemkab Boyolali. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM Boyolali, M Qodri, menjelaskan hasil dari pertemuan itu. Rapat tersebut membahas langkah awal untuk merealisasikan terbentuknya kawasan penambangan rakyat di Kali Apu.

Dari rapat tersebut disimpulkan, tim akan menyurvei tiga sungai di Kecamatan Selo yakni Kali Apu, Kali Ladon dan Kali Juweh. Survei akan dilakukan dalam waktu dekat. “Dalam survei juga akan melibatkan tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak. Karena Kali Apu ini masuk BBWS Serayu Opak,” jelas M Qodri kepada wartawan Jumat (8/4).

Di tiga sungai yang merupakan aliran lahar itu, berada di wilayah Desa Klakah dan Jrakah. Sebelumnya, penambangan dengan alat berat tanpa izin banyak beroperasi di sungai-sungai tersebut. “Survei akan melihat dan memetakan potensi, wilayah sungai mana yang memungkinkan untuk penambangan rakyat,” kata Qodri.

Sementara itu Kades Klakah, Haryono, mengaku belum memahami secara detil rencana penataan tambang rakyat di Kali Apu dan sekitarnya. Meski demikian, dia bersama warga sudah berkoordinasi dengan Camat Selo, Wurlaksono.

Warga juga menyatakan siap mengikuti kebijakan dari pemerintah soal penambangan rakyat.  Menurut dia, koordinasi selama ini baru sebatas membahas masalah rancangan kelompok penambangan rakyat. “Kelompok penambang itu nanti diminta membuat badan hukum,” kata Haryono.

Wacana kawasan Kali Apu sebagai lokasi penambangan rakyat itu dilontarkan langsung oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, bulan lalu. Ganjar sidak di sungai itu karena marak penambangan menggunakan alat berat tanpa izin.

Dia akan memberikan tempat bagi penambang rakyat agar masyarakat tetap bisa mencari nafkah. Selain itu, kebutuhan material untuk pembangunan juga terpenuhi tanpa merusak infrastruktur jalan.  Saat itu, Ganjar menawarkan kepada masyarakat sekitar Kali Apu untuk membuat kelompok penambangan. Ada sekitar 3.000 orang di sekitar Kali Apu yang selama ini mencari nafkah di Kali Apu.(jn01/jn16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *