Jaringan Narkoba Masuk Ponpes di Jateng

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Peredaran narkotika dan obat terlarang (Narkoba) di Jawa Tengan sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan disinyalir sudah merambah ke sejumlah pondok pesantren (Ponpes) dibawah naungan Nahdlotul Ulama (NU).

“Kecanggihan para pemain narkoba, sebagai kebutuhan primer konsumen salah satu sasarannya sekarang ini adalah pondok pesantren,”ungkap anggota Komisi III DPR RI H Abdul Kadir Karding, disela-sela acara Fatayat NU di Hotel Pandanaran Semarang, Minggu (10/4).

Bacaan Lainnya

Menurut Kadir, data detail santri yang terkait narkoba dipastikan ada. Tapi dirinya tidak mau mempublikasikan. Data yang ada akan dijadikan pegangan supaya semuanya bisa lebih hati-hati. Sehingga bisa memperbaiki keadaan.

Lebih lanjut diakui Kadir, salah satu ponpes di Jateng memang ada yang menjadi sasaran peredaran narkoba. Namun, Kadir juga tidak mau menyebutkan secara detail.

“Ada disalah satu tempat, tapi tidak masif. Ini menjadi berita karena santri. Sekarang sudah diselesaikan ponpesnya,”ungkapnya.

Temuan itu menjadi tantangan besar bagi ponpes di bawah bimbingan NU. Tidak hanya yang ada di Jateng tapi juga diseluruh Indonesia.

“Kira-kira pemain narkoba omongannya kan jantungnya saja kena, apalagi yang lain. Kabar yang berkembang tidak hanya pesantren, bahkan lembaga negara juga sudah kemasukan,”bebernya.

Ditambahkannya, begitu kabar itu mencuat, setelah Mukernas PKB, seluruh anggota FPKB langsung menjalani tes urine dan DNA (dengan diambil sample rambut). Karena sebagai pilar pemberantasan narkoba, seluruh anggota FPKB harus bebas narkoba terlebih dahulu. (jn01/jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *