Simak ! Dipindah jadi Satpam, Honorer Batam Ini Ungkap Kebusukan Pejabat Dinas Tata Kota Via Youtube …

  • Whatsapp

BATAM, Jowonews.com – Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Tata Kota Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau, Bobby, menyebarkan video berjudul “Kelicikan dan Kebusukan Pejabat Dinas Tata Kota Batam” dalam situs berbagi, Youtube.

Melalui link video ini, Heboh! Honorer Pemko Bongkar Kecurangan Kadis dan Pejabat Dinas Tata Kota Batam

Dalam video yang diunggah pada Minggu itu, ia membacakan surat kepada Wali Kota Batam Muhammad Rudi, yang berisi protes karena dipindahkan dari staf Dinas Tata Kota (Diskatko) menjadi petugas keamanan Rumah Susun.

“Saya di sini mewakilkan semua pihak,” katanya Bobby seraya memperlihatkan surat yang ditandatangani empat orang dan bermaterai itu.

Bobby yang menyandang gelar M.Si dan tiga orang THL lainnya menyatakan keberatan dan tidak terima diperlakukan semena-mena oleh oknum di lingkungan Dinas Tata Kota.

“Kami THL lama mengabdi di Distako ditugaskan sebagai petugas keamanan. THL baru 2016 dipekerjakan,” kata dia yang sudah 10 tahun bekerja di Pemkot Batam.

Padahal, Wali Kota Batam melarang SKPD menambah THL baru. Tapi kenyataannya, kata dia, lebih dari 20 orang diterima menjadi THL baru tahun 2016.

“Diduga Kadis dan jajarannya, bersama-sama memanipulasi kontrak kerja yang baru dari 2016 jadi 2014,” katanya.

Dalam video berdurasi lebih dari 14 menit itu, Bobby membacakan kronologi yang diduganya sebagai upaya memindahkan dirinya dan tiga orang lainnya dari staf Distako sebagai petugas keamanan.

Pada Oktober 2015, dia dan teman-temannya dikumpulkan oleh jajaran pejabat Distako yang memberitahukan bahwa diberhentikan secara hormat dan tidak menerima gaji November dan Desember 2015 karena terjadi kesalahan dalam memasukkan data anggaran.

Namun kenyataannya Bobby dan kawan-kawan tetap bekerja dan menerima gaji.

“Siasat pertama budak-budak ni, hendak berhentikan kami,” katanya.

Kemudian, pada Januari 2016 Bobby dan kawan-kawan dikumpulkan lagi dan diberitahukan masih tetap dipekerjakan di Distako dalam kontrak baru 2016 dengan penempatan di Rusunawa, sebagai petugas keamanan.

“Sepuluh tahun kerja jadi Satpam. 11 tahun dengan S2,” katanya dengan nada geram.

Alasannya, kata dia kemudian, Kuota THL sudah penuh. Padahal sebanyak 20 orang THL baru mulai bekerja.

Lalu, Bobby dan kawan-kawan kembali dikumpulkan pada Maret 2016. Semuanya diinstruksi untuk tidak mengikuti apel pagi setiap Senin dan dilarang mengisi absen apel.

“Kenyataan di absensi, masih ada nama kami, sehingga merugikan kami karena dianggap tidak apel,” kata dia.

Akhirnya Bobby dan kawan-kawan dikumpulkan April 2016 untuk ditempatkan secara paksa di rusunawa sebagai petugas keamanan.

“Pasalnya Pak Wali Kota ‘nak sidak, kami kena campak,” kata dia.

Ia menduga, lebih dari 20 orang THL baru itu merupakan kerabat pejabat Dinas Tata Kota. Ia menyebutkan di antara THL baru itu adalah anak Kepala Dinas Tata Kota dan anak Sekretaris Dinas Tata Kota.

Dalam video yang sudah disaksikan lebih dari 2.000 orang itu, Bobby menyatakan melampirkan data kontrak THL yang baru dalam surat kepada Wali Kota, sebagai acuan klarifikasi dan verifikasi “Dimohon Wali Kota menindaklanjuti surat yang kami buat,” kata dia.

Sementara itu, jajaran Pemkot Batam masih enggan menanggapi video protes itu.

Kepala Bagian Humas Pemkot Batam Ardiwinata yang biasa dihubungi melalui telepon, tidak menjawab. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *