Jadi Saksi, Damayanti Sebut Beri Dana ke Hendi dan Widya Kandi

  • Whatsapp

JAKARTA, Jowonews.com – Anggota Komisi V dari fraksi PDI-Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti membagi-bagikan dana Rp 1 miliar yang merupakan uang komisi dari proyek dana aspirasi kepada sejumlah calon kepala daerah.

“Diserahkan Rp 300 juta untuk calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, serta masing-masing Rp150 juta untuk calon Wakil Bupati Kendal Mohamad Hilmi dan mantan Bupati Kendal 2010-2015 Widia Kandi Susanti, lalu Rp 200 juta diperuntukkan bagi kegiatan-kegiatan di DPC,” kata Damayanti saat menjadi saksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin.

Bacaan Lainnya

Damayanti menjadi saksi untuk terdakwa Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir yang didakwa memberikan uang sejumlah Rp 21,28 miliar; 1,674 juta dolas Singapura dan 72.727 dolar AS kepada Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary, Kapoksi PAN Komisi V Andi Taufan Tiro, Kapoksi PKB Komisi V Musa Zainuddin, Damayanti dan anggota Komisi V dari fraksi Partai Golkar Budi Supriyanto.

Pemberian uang ditujukan agar Abdul Khoir mendapatkan program dari dana aspirasi di Maluku dan Maluku Utara.
“(Calon) Kendal kalah, kalau Semarang menang. Sedangkan sisanya, Rp 200 juta diserahkah masing-masing Rp 100 juta kepada Dessy dan Uwi (Julia). Tapi semua sudah saya kembalikan ke KPK sebagai pengganti dana Rp 1 miliar,” tambah Damayanti.

Dalam dakwaan Abdul Khoir, uang Rp 1 miliar tersebut diberikan setelah Khoir sebelumnya juga memberikan Rp 3,28 miliar yang ditukarkan menjadi 328 ribu dolar Singapura yang diserahkan ke Damayanti melalui Julia Prasetyarini alias Uwi.

Namun untuk memastikan proyek benar-benar jatuh ke tangan Abdul Khoir, ia kembali memberikan Rp1 miliar yang ditukarkan menjadi 72.727 dolar AS kepada Damayanti yang diberikan melalui Dessy di kantor Kementerian PUPR pada 26 November 2015. Damayanti meminta Julia menyimpan dan menukarkan dalam satuan rupiah.

Selain Damayanti, sidang juga menghadirkan Dirjen Hediyanto Husaini pun mengaku pernah menemui Damayanti dan juga Abdul Khoir untuk menjelaskan suatu isu yang berkembang bahwa dirinya akan menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Kami ada masalah dengan PDI-Perjuangan, saya diisukan mau jadi seseorang, dan saya mau bertemu dengan Bu Damayanti untuk menyampaikan menyampaikan hal itu,” kata Hediyanti.

“Apa betul isu diangkat menjadi menteri?” tanya anggota majelis hakim.

“Ada isu seperti itu tapi jadi kurang enak, jadi saya sampaikan ke semua yang terkait, begitu selesai saya pulang bersalaman dengan terdakwa, tapi saya tidak tahu sama sekali tentang fee karena saya malah memberikan arahan ke kepala balai tidak boleh terjebak dalam kasus,” tegas Hediyanto. (jn16-ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *