Soal Monorel, Hendi Dibilang Cuma Mimpi

  • Whatsapp
LRT : Proyek pembangunan LRT di Palembang tak kunjung selesai. (istimewa/JN19)

SEMARANG, Jowonews.com – Baru-baru ini Walikota Semarang Hendrar Prihadi sudah mengajukan usulan proyek pembangunan monorel ke Presiden Joko Widodo untuk memberikan pelayanan transportasi bagi masyarakat. Namun monorel itu dinilai merupakan proyek ambisius yang dipastikan sulit direalisasikan. Itu berkaca dengan pengalaman kota-kota besar lainnya yang membangun monorel, tapi tak kunjung terealisir seperti Palembang.

“Di Jakarta saja yang APBDnya jauh lebih besar gagal kok. Di Surayaba dan Bandung yang sudah disiapkan masterplannya 5 tahun lalu saja sampai sekarang belum ada kejelasan kapan akan dibangun. Jadi pemerintah pusat itu belum fokus membangun monorel,” ujar Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno kepada Jowonews.com.

Djoko menuturkan, untuk membangun satu kilo meter jalan rel at grade membutuhkan Rp 30 miliar, kereta ringan (LRT) Rp300 miliar, kereta massal (MRT) Rp1,3 triliun, monorel Rp220 miliar. Biaya itu diluar membangun depo, balai yasa dan pembelian sarana. Satu kereta monorel harganya sekitar Rp7 miliar. Dalam satu rangkaian dibutuhkan empat kereta, sehingga satu rangkaian kereta dibutuhkan Rp 28 miliar. “Belum lagi harus menyiapkan SDM yang tidak mungkin disiapkan dalam waktu tiga tahun jadi,” terangnya.

Ditambahkan, jika ingin membangun 30 km dari Mangkang-Penggaron, maka butuh Rp6,6 triliun atau setara dengan satu setengah APBD Kota Semarang. “Boleh saja bermimpi punya monorel, tapi harus sedikit tahu dirilah,” tambahnya. (JN19)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *