Indonesia Peringkat 10 Makanan Halal

  • Whatsapp
SEMINAR INTERNASIONAL: Para pembicara seminar internasional ‘’The Role of Islamic Higher Education on Development of Halal System and Sharia Tourism in Indonesia’’ foto bersama dengan Direktur Pasca Sarjana UIN Walisongo Semarang, Prof Dr H Ahmad Rofiq MA (tiga dari kanan).
SEMINAR INTERNASIONAL: Para pembicara seminar internasional ‘’The Role of Islamic Higher Education on Development of Halal System and Sharia Tourism in Indonesia’’ foto bersama dengan Direktur Pasca Sarjana UIN Walisongo Semarang, Prof Dr H Ahmad Rofiq MA (tiga dari kanan).

SEMARANG, Jowonews.com  – Direktur International Halal Research and Training (INHART) International Islamic University Malaysia (IIUM) Prof Irwandi Jaswir mengatakan, Indonesia saat ini berada di peringkat 10 bersama Qatar dalam penerapan halal bidang makanan dan ekonomi Islam. Sedangkan Malaysia menduduki peringkat 1 sebagai Pusat Dunia Halal dalam bidang makanan dan ekonomi Islam.

‘’INHART sudah mendapat kepercayaan penuh dari pemerintah Malaysia dalamsoal riset, training, dan akademik.  Sekarang ini, Indonesia sebagai negara yang mayoritas warganya beragama Islam, tampaknya baru tumbuh kesadaran (awareness) akan pentingnya mengonsumsi produk halal, baik makanan,  minuman, kosmetika, dan obat-obatan. Mereka ini, dari kelompok menengah ke atas,’’ kata Irwandi dalam seminar internasional dengan thema  The Role of  Islamic Higher Education on Development of  Halal System and Sharia Tourism in Indonesia yang diselenggarakan Pasca Sarjana UIN Walisongo Semarang, belum lama ini.

Direktur Pasca Sarjana UIN Walisongo Semarang Prof Dr Ahmad Rofiq MA menjelaskankegiatan tersebut dalam rangka Dies Natalis Ke-46 UIN Walisongo. Selain Direktur International Halal Research and Training (INHART) International Islamic University Malaysia (IIUM) Prof Irwandi Jaswir, sebagai pembicara kunci Ketua Tim Percepatan Pengembangan  Wisata Halal,  Rianto Sofyan, yang  juga  pemilik Sofyan Corporation.

Rianto Sofyan juga dikenal dengan hotel syariahnya, Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama, Prof  Dr Achmad Gunaryo  MSoc. Sc, Direktur LPPOM MUI Pusat yang juga President Wordl Halal Food Council  Dr Lukmanul Hakim  MSi dan Ketua Komite World Halal Food Council  Dr Asrorun Ni’am.

Rianto Sofyan menyampaikan penghargaan kepada Direktur Pasca Sarjana UIN Walisongo Prof Dr H Ahmad Rofiq MA yang berinisiatif mengadakan seminar internasional tersebut. ‘’UIN Walisongo merupakan yang pertama di lingkungan PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam   Negeri)   mengundang saya,’’ kata Sofyan.

Ungkapan yang sama juga disampaikan Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama, Prof. Dr. Achmad Gunaryo, M.Soc. Sc.

Direktur LPPOM MUI Pusat yang juga President Wordl Halal Food Council  Dr. Lukmanul Hakim  MSi menegaskan, bahwa sejak awal lahirnya LPPOM MUI, keterlibatan dan peran akademisi atau scientis adalah suatu keniscayaan.

Karena mereka yang mengetahui detail tentang   zat   kimia   dan   zat-zat   dalam   berbagai   macam   produk,   apalagi   yang   banyak mengandung titik kritis. Apalagi jika sudah harus melibatkan audit laboratorium.  ‘’Di sinilah diperlukan sinergi dan kerjasama antara Perguruan Tinggi (Islam) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan LPPOM MUI. (Jn01/jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *