Sembelih Kambing 43, Wujud Syukur Warga Ngijo

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Warga Dusun Sentono Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Semarang Kamis (14/4) melakukan tradisi nyadran dengan menyembelih sebanyak 43 ekor kambing di kompleks pemakaman Sentono. Tradisi unik yang setiap tahun diadakan ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat setempat atas hasil bumi dan rejeki yang didapat selama ini.

Warga setempat sangat mempercayai tradisi menyemblih kambing berasal dari seorang tokoh ulama yang pertama kali menyebarkan ajaran agama Islam di Kampung Ngijo, bernama Mbah Kiai Asyari. Warga percaya sebagai tempat petilasan seorang ulama, banyak mengandung Karomah. Petilasan yang sampai saat ini masih ada, diantaranya watang atau batang kayu jati.

Pelaksanaan tradisi ini dilakukan pada bulan Rajab hari Kamis Wage, yang bertepatan dengan haul Kiai Asyari dan Nyadran untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. “Tradisi tersebut sudah dilakukan secara turun temurun dan dilakukan setiap tahun,” ujar Juremi, salah satu warga setempat.

Tradisi tersebut masih tetap dijaga hingga saat ini sebagai bentuk sosial keagamaan dan untuk menjalin silaturahmi sesama muslim melalui prosesi ziarah dan bersih-bersih makam para pendahulu.

“Kenapa menyembelih kambing, saya juga tidak tahu, sejak saya kecil ya seperti itu tradisinya,” imbuhnya.

Selain mendoakan orang tua, dalam haul yang juga diisi dengan pengajian di makam Sentono tersebut juga untuk berdoa supaya di tahun-tahun yang akan datang akan lebih baik. Dan tentu saja bisa turut bersedekah dengan menyembelih kambing.(JN19)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *