Dibalik Temuan Tiga Mayat di Parangtritis : Polisi Dalami Dugaan Bunuh Diri Sekeluarga ! (3)

  • Whatsapp

BANTUL, Jowonews.com – Temuan tiga jenazah secara beruntun di kawasan Pantai Parangtritis mengungkap kisah tragis di baliknya. Tabir kisah percintaan ayah dengan anak tirinya hingga lahir seorang bayi perempuan, terungkap justru setelah mereka tiada.

Polisi kini mendalami adanya kemungkinan kesepakatan bunuh diri karena terlilit beban ekonomi. Apalagi pada dompet yang ditemukan, tidak ditemukan uang, dan hotel juga belum dibayar.

Hal itu disampaikan Kepala Polsek (Kapolsek) Kretek Kompol Supardi di Bantul, Kamis, mengatakan jenazah yang ditemukan di kamar Hotel Widodo kawasan Pantai Parangtritis pada Senin (11/4) merupakan ibu dan anak kandung bernama Marina (19) dan putrinya Velsia Cinta Ashara (16 bulan).

Ia mengatakan, laki-laki yang jenazahnya ditemukan terapung di pantai selatan Gunung Kidul dan dievakuasi Tim SAR Pantai Parangtritis pada Rabu (13/4) yaitu Satriotomo Prayitno, ayah tiri Marina sekaligus pasangan perempuan yang ditemukan meninggal itu.

“Mereka bertiga berasal dari Kaliputih, Singorojo, Kendal, Jawa Tengah. Hubungan gelap ayah dan anak tiri membuahkan satu anak yang ikut meninggal,” katanya kepada wartawan.

https://jowonews.com/2016/04/15/dibalik-kisal-tiga-mayat-di-parangtritis-ada-kisah-tragis-ayah-cintai-anak-tiri-1/

Menurut dia, masalah keluarga itu dimulai setelah Satriotomo menikahi Martiah (38) yang sudah janda dan memiliki anak gadis Marina, karena Martiah bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan jarang berada di rumah, muncul hubungan tidak resmi antara Yoyok dengan anak tirinya hingga hamil.

“Karena hubungan itu mereka terpaksa meninggalkan desanya. Sebenarnya (masalah) mau diselesaikan secara kekeluargaan oleh Pak Dukuh, namun keburu Yoyok dan Marina kabur, kalau dilihat datanya anak lahir di Yogyakarta pada Oktober 2014,” katanya.

https://jowonews.com/2016/04/15/dibalik-temuan-tiga-mayat-di-parangtritis/

Meski begitu, pihaknya belum memastikan motif dan kepastian apakah ibu dan balitanya bunuh diri atau dibunuh, namun Supardi memperkirakan mereka meninggal setelah ada kesepakatan untuk bunuh diri karena terdesak masalah serta kehabisan bekal hidup, melihat biaya hotel yang belum dibayar serta tidak ada uang dari dompet Yoyok.

“Keluarga mereka telah datang ke Yogyakarta dan sudah memastikan kebenaran identitas jenazah-jenazah itu. Sepertinya keluarga sudah paham alur ceritanya seperti apa, dan kami sudah meminta keterangan dari pihak keluarga,” katanya. (jn16-ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *