Dibalik Temuan Tiga Mayat di Parangtritis : Terungkap dari Kunci Kamar Hotel di Celana Si Ayah (2)

  • Whatsapp

BANTUL, Jowonews.com – Kepala Polsek (Kapolsek) Kretek Kompol Supardi di Bantul, Kamis, mengatakan jenazah yang ditemukan di kamar Hotel Widodo kawasan Pantai Parangtritis pada Senin (11/4) merupakan ibu dan anak kandung bernama Marina (19) dan putrinya Velsia Cinta Ashara (16 bulan).

Sedangkan laki-laki yang jenazahnya ditemukan terapung di pantai selatan Gunung Kidul dan dievakuasi Tim SAR Pantai Parangtritis pada Rabu (13/4) yaitu Satriotomo Prayitno, ayah tiri Marina sekaligus pasangan perempuan yang ditemukan meninggal itu. Baca juga,

https://jowonews.com/2016/04/15/dibalik-kisal-tiga-mayat-di-parangtritis-ada-kisah-tragis-ayah-cintai-anak-tiri-1/

Ia mengatakan, petunjuk dari kunci kamar hotel yang ada di saku mayat laki-laki memastikan kalau mereka tinggal sekamar. Polisi juga memastikan STCKB (Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor) yang ditemukan di dompetnya atas nama Wiwik Handoyo yang setelah dikroscek kepolisian Semarang merupakan pemilik dealer motor.

Sementara pada dompet juga ditemukan kuitansi uang muka pembelian sepeda motor atas nama Satriotomo Prayitno, dari petunjuk tersebut kemudian dealer motor dihubungi dan berhasil dilacak alamat Satriotomo alias Yoyok di Singorojo, Kendal, pada data pembelian.

“Saya hubungi Polsek Singorojo, saya minta kroscek alamat tersebut, disebutkan Satriotomo sudah beberapa tahun meninggalkan daerah tersebut karena memang ada masalah dalam keluarga,” katanya.

Menurut dia, masalah keluarga itu dimulai setelah Satriotomo menikahi Martiah (38) yang sudah janda dan memiliki anak gadis Marina, karena Martiah bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan jarang berada di rumah, muncul hubungan tidak resmi antara Yoyok dengan anak tirinya hingga hamil.

“Karena hubungan itu mereka terpaksa meninggalkan desanya. Sebenarnya (masalah) mau diselesaikan secara kekeluargaan oleh Pak Dukuh, namun keburu Yoyok dan Marina kabur, kalau dilihat datanya anak lahir di Yogyakarta pada Oktober 2014,” katanya. (jn16-ant)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *