Sragen Raih Penghargaan Juara I IDEA 2016

  • Whatsapp
PENGHARGAAN PERDANA. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai menerima penghargaan IDEA 2016.

SRAGEN, Jowonews.com – Kabupaten Sragen ditetapkan sebagai juara I Indonesia Digital Economy Award (IDEA) 2016 dengan predikat the 1st champion. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kominfo RI, Rudiantara, dan diterima langsung oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Rabu ( 11/5 ) bertempat di Casablanca Jakarta.

Dalam keterangannya, Kepala Kantor Pengelola Data Elektronik (PDE), Dwiyanto Sragen mengatakan bahwa penghargaan kali ini merupakan penghargaan yang ketiga. Penghargaan pertama diperoleh tahun 2013 pada kategori Diamond Champion. Sedangkan yang kedua, tahun 2015 dengan predikat the 3rd Champion.

Bacaan Lainnya

Penghargaan Indonesia Digital Economy Award 2016 adalah sebuah event nasional yang bertujuan untuk melihat sejauh mana pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses penyelenggaraan pemerintahan. Khususnya pada level pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten yang ada di Indonesia.

“Penilaian ini diawali dari pengisian angket potret digitalisasi Pemerintah Kabupaten Sragen yang dilakukan oleh Kantor PDE Kabupaten Sragen secara online. Kemudian online survey yang dilakukan tim terhadap seluruh lapisan masyarakat yang melibatkan 1.012 responden. Berdasarkan pengisian angket survey dan online survey tersebut, dewan juri menetapkan Kabupaten Sragen menjadi Nominasi juara bersama 9 Kabupaten dan 10 Kota lainnya yang ada di Indonesia,” jelas Dwiyanto, dilansir dari laman Pemkab Sragen.

Lebih lanjut, Dwiyanto mengatakan bahwa pada tanggal 11 Mei 2016 para nominasi melakukan presentasi dihadapan dewan juri. Presentasi dari Kabupaten Sragen dilakukan sendiri oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Berdasarkan presentasi dari masing-masing nominasi, dewan juri akhirnya menetapkan Sragen sebagai juara I.

“Saat presentasi, Bupati Sragen menjelaskan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi telah dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen sejak Tahun 2002 sampai sekarang. Pemanfaatan IT ini bisa memperlancar tugas-tugas birokrasi (government to government). Seperti penerapan aplikasi surat menyurat online, aplikasi keuangan daerah, aplikasi aset daerah, aplikasi kepegawaian, aplikasi perencanaan pembangunan daerah,”ujarnya.

Selain itu, kata Dwiyanto, untuk memperlancar proses pelayanan masyarakat (government to citizen) telah diterapkan aplikasi perizinan, aplikasi pelayanan kependudukan, aplikasi penanganan kemiskinan, aplikasi pelayanan administrasi di kecamatan, aplikasi pelayanan administrasi desa/kelurahan dll. Pada layanan Pengadaan, Pemerintah Kabupaten Sragen juga menerapkan sistem pelayanan secara elektronik melalui LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik).

“Bupati Sragen pada paparannya juga menjelaskan, bahwa implementasi e-government di Kabupaten Sragen akan terus didukung dan dikembangkan. Hal ini untuk mewujudkan Kabupaten Sragen menjadi Smart Regency,” pungkasnya. (jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *