Sensasi Berbuka di Lawang Sewu ala Sonokembang

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Sonokembang Catering menawarkan sensasi berbuka puasa di tengah nuansa bangunan bersejarah Gedung Lawang Sewu Semarang dalam menyambut Ramadhan 1437 Hijriah.

“Kami punya program ‘Sonokembang Ramadhan Open Kitchen’ di Lawang Sewu yang dibuka mulai 11-27 Juni 2016,” kata Marketing Strategi Sonokembang Catering Chandra di Semarang, Selasa.

Program “Sonokembang Ramadhan Open Kitchen” itu, lanjut dia, sebenarnya didasari keinginan menyuguhkan konsep berbuka puasa yang tidak monoton, namun unik, seperti di Gedung Lawang Sewu.

Menurut dia, Sonokembang selama ini hanya fokus pada usaha katering, bukan restoran, namun pada Ramadhan kali ini ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dengan mengusung “open kitchen”.

Dengan 40 menu hidangan yang disediakan, para pengunjung bisa memilih menu yang disukai, mulai dari masakan tradisional, “western”, masakan melayu (peranakan), “chinese”, dan “japanese”.

“Setiap hari, kami suguhkan 40 menu dari berbagai masakan ini. Pengunjung bisa memilih mana yang disukainya sepuasnya dengan harga Rp125 ribu/orang karena konsepnya ‘all you can eat’,” katanya.

Ia menyebutkan harga Rp125 ribu/orang untuk menebus beraneka hidangan dari berbagai varian menu, lanjut dia, tergolong murah dibandingkan dengan program berbuka puasa di hotel-hotel berbintang.

“Suasana yang kami hadirkan di sini (Lawang Sewu, red.) juga tidak kalah dengan di hotel-hotel berbintang, apalagi menu masakannya. Sebab, visi kami memang katering bintang lima,” katanya.

Ada sebanyak 23 meja yang disediakan selama “Sonokembang Ramadhan Open Kitchen” dengan kapasitas 4-6 orang/meja, terdiri atas 16 meja berada di dalam ruangan dan tujuh meja di luar ruangan.

Chandra mengakui animo masyarakat untuk merasakan sensasi berbuka puasa di Lawang Sewu ternyata cukup besar, dibuktikan dengan selalu penuhnya meja yang disediakan sejak kali pertama dibuka.

“Sejak hari pertama (11/6) dibuka sampai sekarang, Alhamdulillah selalu ‘full’. Makanya, kami sarankan untuk melakukan reservasi dulu. Kami buka mulai sekitar pukul 17.00-21.00 WIB,” katanya.

Namun, kata dia, para pengunjung sudah mulai berdatangan sejak pukul 16.00 WIB untuk menunggu berbuka puasa, sembari menikmati keindahan arsitektur bangunan peninggalan Belanda tersebut.

“Setelah Lebaran ini, belum ada rencana untuk meneruskan ‘open kitchen’. Namun, kalau memang animo masyarakat sangat besar mungkin saja kami gelar lagi di sini atau tempat lain,” pungkasnya. jn16-ant

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *