H+2, Titik Kemacetan Bergeser di Jateng Selatan

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Arus mudik Lebaran 1437 Hijriah yang menyisakan cerita pilu akibat kemacetan parah di Brebes hingga Slawi, telah dilalui. Delapan belas orang dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan saat terjebak dalam kemacetan terparah sepanjang sejarah mudik di Indonesia.

Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga PKS Jawa Tengah Amir Darmanto menyampaikan bahwa menurut pantauan petugas Posko Mudik PKS di beberapa kota titik kemacetan bergeser. Beberapa titik di jalur mudik Jawa Tengah bagian selatan, terpantau mengalami kemacetan karena para pemudik saling bersilaturahmi ke sanak saudaranya.

Bacaan Lainnya

“Di tol Bawen hingga pertigaan pintu keluar tol, mengalami kemacetan yang cukup padat. Demikian juga di jalur Buntu-Jogja,”terang Amir, Jumat (08/07/2016)

Lebih Lanjut, Amir menjelaskan di beberapa titik meskipun tidak mengalami kemacetan, padatnya arus membuat kendaraan harus berjalan merayap. Seorang netizen melalui medsos menyarankan untuk menghindari tol bawen.

Dua titik kemacetan lain yaitu jalur selatan jawa, khususnya di daerah Banyumas, serta jalur Salatiga-Suruh. Kemacetan terjadi sejak Pos Tingkir.

Beberapa lokasi yang lain terpantau lancar, meskipun lalu lintas ramai. Diantaranya Posko Lingkar Selatan Logede Kebumenn serta jalur Muntilan-Wates via Kalibawang ramai lancar. Selain itu, jalur alternatif Magelang Wonosobo melalui Salaman Sapuran juga lancar.

Diperkirakan mulai hari Sabtu, arus balik Lebaran sudah mulai padat. Kepada para pemudik khususnya yang balik ke arah barat, diharapkan lebih mempersiapkan diri sebelum berangkat. Menurut informasi, Pertamina bahkan sudah meminta jalur khusus untuk truk tangki BBM di tol Pejagan-Brebes. Hal ini untuk mengantisipasi kondisi kelangkaan BBM sebagaimana yang terjadi saat arus mudik pada H-1 yang lalu. (jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *