Bantul Targetkan Tambah 11 Dusun Bebas Asap Rokok

  • Whatsapp

BANTUL, Jowonews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan penambahan 11 dusun bebas asap rokok di daerah ini guna mengurangi dampak asap rokok yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

“Tahun ini akan dikembangkan dusun bebas asap rokok di sebelas dusun baru, target kami minimal ada tambahan kawasan bebas asap rokok tiap tahun,” kata Kasi Penyelenggara Promosi Kesehatan Dinkes Bantul, Guppianto Susilo di Bantul, Minggu.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, dengan penambahan dusun bebas asap rokok tersebut, maka hingga akhir 2016 ini diharapkan jumlahnya bisa menjadi 86 dusun, sebab hingga awal 2016 sudah ada 75 dusun dari sekitar 900 dusun di Bantul yang bebas asap rokok.

Ia mengatakan sebelas dusun yang akan dikembangkan dusun bebas asap rokok itu yakni Dusun Bandut Kidul Sedayu, Karangtengah Imogiri, Klaras Jetis, Terong Dlingo, Dongkelan Kauman Kasihan, Busuran Kretek, Mantup Banguntapan, Pandak, Dermojurang Pundong, Sorowajan Sewon dan Celan Srandakan.

“Sementara beberapa dusun bebas asap rokok yang sudah terbentuk dan menjadi percontohan bagi daerah atau dusun lain seperti Dusun Kawirandu di Kasihan dan Dusun Kluren Tirtomuyo Desa Guwosari,” katanya.

Menurut dia, keberadaan dusun bebas asap rokok tersebut telah berjalan dengan baik, dan tidak ada kontra karena didasarkan pada inisiatif dan kesepakatan warga dalam mendeklarasikan dan menerapkan dusun bebas asap rokok.

Bahkan, kata dia, Dinkes Bantul juga mengklaim penerapan dusun bebas asap rokok tersebut telah mengurangi dampak asap rokok bagi kesehatan warga di wilayah setempat.

“Indikasinya dari penyakit infeksi saluran pernafasan akut yang menimpa warga ada penurunan signifikan,” katanya.

Gupi, panggilan akrabnya, mengatakan semangat warga dalam menerapkan dusun bebas asap rokok cukup tinggi, misalnya ada dusun yang mengadakan lomba membuat tempat khusus merokok di sawah-sawah, agar warga tidak merokok di dalam rumah.

Ia mengatakan bahkan ada salah satu dusun yaitu Dusun Wonolelo yang mayoritas wilayahnya terdapat petani tembakau, tetapi mendeklarasikan dusun tanpa tembakau.

“Dengan demikian, tembakau hasil panen tidak dibawa pulang ke dusun, melainkan ke luar. Ada juga deklarasi bebas asap rokok yang sudah dilakukan di tingkat kecamatan yaitu Pleret,” katanya. jn16-ant

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *