Warga Kebonharjo Keluhkan Uang Listrik Rusunawa

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Warga Kebonharjo, Semarang, yang menempati Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kudu mengeluhkan penarikan uang listrik karena sebelumnya dijanjikan gratis.

“Dalam kondisi usai digusur begini, warga (Kebonharjo, red.) sangat keberatan adanya iuran listrik karena malah menjadi beban,” kata Ketua Forum RW Kebonharjo, Suparjo di Semarang, Senin.

Bacaan Lainnya

Keluhan itu disampaikan perwakilan warga Kebonharjo yang terdampak pembangunan rel pelabuhan kepada jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang di Kantor DPRD setempat.

Mereka ditemui langsung Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, dua wakil ketua, yakni Agung Budi Margono dan Wiwin Subiyono, serta anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Danur Rispriyanto.

Suparjo menegaskan warga Kebonharjo yang menempati rusunawa sangat keberatan ditarik iuran listrik karena sebelumnya wali kota menjanjikan fasilitas rusunawa gratis selama beberapa bulan ke depan.

Ia menyebutkan iuran listrik yang harus dibayar besarannya mencapai Rp20 ribu/minggu atau Rp100 ribu/bulan dan jelas sangat memberatkan warga yang kondisinya masih belum menentu pascatergusur.

Sementara itu, kuasa hukum warga Kebonharjo Budi Sekoriyanto mengatakan telah melakukan penelusuran atas penarikan iuran listrik di Rusunawa Kudu yang ternyata oleh pihak ketiga atau kontraktor.

“Yang dialiri listrik adalah warga yang terpaksa mau membayar (iuran, red.). Kalau malam, banyak anak-anak yang tidak bisa belajar karena gelap. Kasihan anak-anak kalau malam hari,” katanya.

Ia memastikan warga Kebonharjo tetap akan menempati Rusunawa Kudu karena rumah-rumahnya di Kebonharjo juga sudah dibongkar, namun meminta permasalahan iuran itu harus segera diselesaikan.

Menanggapi keluhan warga Kebonharjo, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan fasilitas listrik di Rusunawa Kudu masih tahap lelang berdasarkan koordinasi dengan Sekretaris Daerah Adi Trihananto.

“Kami akan mencarikan solusi alternatif sementara agar warga di sana (rusunawa, red.) bisa dapat listrik. Untuk penarikan iuran, kami minta Pemkot Semarang bertindak tegas,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono menambahkan legislatif akan memfasilitasi permasalahan jaringan listrik di rusunawa dan meminta warga Kebonharjo untuk tetap tinggal di Rusunawa Kudu. jna16-ant

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *