OJK Waspadai Investasi Bodong

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional III Jawa Tengah-DIY mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan adanya investasi bodong.

“Kami juga akan melakukan pencegahan praktik-praktik investasi ilegal dan kalau itu terjadi kami bisa melakukan koordinasi dengan pihak berwenang untuk melakukan penanganan,” kata Kepala OJK Kanreg III Jateng-DIY Panca Hadi Suryatno di Semarang, Selasa.

Dalam hal ini pihaknya selalu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mencermati kalau ada penawaran-penawaran investasi yang tidak memiliki izin.

“Sering masyarakat ini tertarik dengan investasi yang memberikan keuntungan tinggi dalam waktu pendek. Begitu ada tawaran yang memberikan keuntungan tinggi tersebut, mereka tidak mempertimbangkan faktor risiko,” katanya.

Padahal, seharusnya masyarakat memahami bahwa keuntungan yang tinggi akan diikuti dengan risiko yang tinggi pula.

Selain itu, masyarakat juga harus mewaspadai kemungkinan adanya investasi yang ditandai dengan rekrutmen anggota baru.

“Biasanya, anggota lama akan diiming-imingi imbalan ketika berhasil merekrut anggota baru. Ini harus diwaspadai oleh masyarakat,” katanya.

Risiko yang paling sering terjadi pada investasi semacam itu adalah penyelenggara kabur dengan membawa uang investasi milik para anggota.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, belum lama ini pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kejaksaan Agung RI, Kepolisian RI, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menandatangani nota kesepahaman mengenai pembentukan satuan tugas waspada investasi.

“Pembentukan satgas ini penting dilakukan sehubungan dengan maraknya praktek bisnis yang berkedok investasi dan penghimpunan dana ilegal yang merugikan masyarakat. Jika dibiarkan, dikhawatirkan dalam jangka panjang dapat merugikan masyarakat dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan,” katanya. jn16-ant

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *