Ini Pembunuh Driver Go-Jek, Nyaris Diamuk Ratusan Rekan Korban

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Polrestabes Semarang meringkus pembunuh Adi Firmanto (35), pengemudi ojek berbasis aplikasi “Go-Jek” di Semarang yang tewas dengan luka tusuk dan sayatan beberapa waktu lalu.

“Tersangka ditangkap di rumahnya di Jakarta Timur,” kata Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Burhanudin di Semarang, Rabu.

Tersangka diketahui bernama Wahyu Anggara (19) warga Kampung Liyo, Jatinegara, Jakarta Timur.

Burhanudin mengungkapkan motif pelaku dalam melakukan aksi kejamnya itu didasari motif ekonomi.

“Pelaku mengincar sepeda motor pelaku,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pelaku juga sudah merencanakan aksinya itu sejak awal.

Tersangka sengaja memesan ojek berbasis aplikasi.

Pelaku kemudian menusuk serta menyayat leher korban sebelum akhinya membawa kabur sepeda motor korbannya.

Bersama dengan pelaku diamankan pula baju, celana serta sebilah pisau yang terdapat bekas darah korban.

Adapun sepeda motor Yamaha Jupiter MX yang sempat dibawa kabur pelaku telah ditemukan polisi.

Ratusan rekan korban juga menggeruduk Mapolrestabes Semarang. Mereka meneriakkan hujatan kepada pelaku pembunuhan rekan kerjanya. Beruntung, petugas berhasil menenangkan para driver Go Jek tersebut sehingga pelaku aman dari amukan massa.

Sebelumnya, seorang pengemudi ojek berbasis aplikasi “Go-Jek” ditemukan tewas di Jalan Tanggul Mas Raya Kota Semarang, Sabtu, diduga sebagai korban pembunuhan.

Korban yang diketahui bernama Adi Firmanto (35) warga Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang tersebut ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusuk dan sayatan.

Menurut saksi mata Darmadi (60), korban ditemukan pertama kali oleh seorang warga yang melihat ada sesosok tubuh yang tergeletak di jalan.

“Ada warga yang lapor menemukan seseorang tergeletak di jalan,” kata petugas keamanan pemukiman di sekitar tempat kejadian itu.

Korban ditemukan dalam kondisi masih mengenakan jaket hijau yang biasa dipakai pengemudi “Go-jek” saat bekerja.

Selain itu, di dekat korban juga ditemukan helm serta sebuah belati.

Belati yang berada tak jauh dari tubuh korban tersebut diduga sebagai alat yang digunakan untuk menghabisi korban. jn16-ant

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *