Perajin Topeng Kayu Wonosobo Kewalahan Order

  • Whatsapp

WONOSOBO, Jowonews.com – Permintaan topeng kayu pada pengrajin topeng di Dusun Giyanti, Desa Kadipaten, Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Moerdiono alias Kuwat (53) terus mengalir seiring dengan makin langkanya kerajinan tersebut.

“Saya yakin saja bahwa yang namanya kesenian tari topeng tidak akan kalah oleh zaman. Maka, saya tetap menekuni kerajinan topeng kayu,” katanya di Wonosobo, Kamis.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan bahwa hal tersebut saat menerima kunjungan Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo Agus Purnomo.

Pria yang menekuni kerajinan topeng kayu sejak usia 22 tahun itu mengatakan bahwa justru beberapa tahun terakhir pesanan yang datang relatif cukup banyak.

“Bahkan, kadang saya merasa kewalahan memenuhi tenggat waktu yang diinginkan pemesan karena keterbatasan tenaga,” katanya.

Para pemesan yang beberapa di antaranya berasal dari luar Jawa Tengah tersebut, bahkan rela menitipkan uang tanda jadi dalam jumlah relatif cukup besar.

“Mereka yang memesan hingga 20 buah topeng menitipkan uang Rp2 juta hingga Rp3 Juta, tergantung pada jenis topeng yang dipesannya,” katanya.

Ia menyebutkan harga topeng kayu ukuran kecil hingga sedang yang sering dipakai untuk pentas tari pelajar maupun seni budaya, berkisar antara Rp150 ribu dan Rp200 ribu per buah.

Topeng ukuran sedang hingga besar dan ditambah asesoris, seperti rambut atau taring, harganya dari Rp300 ribu hingga di atas Rp500 ribu.

“Biasanya yang ukuran besar itu pesanan untuk keperluan pribadi sebagai hiasan dinding atau untuk di rumah makan dan galeri seni,” katanya.

Ia yang juga membuat kerajinan kuda kepang dan patung batu itu setiap hari mampu menyelesaikan lima buah topeng kayu kategori kecil dan sedang.

Menurut dia, selama menekuni kerajinan topeng kayu tidak pernah kesulitan bahan baku karena kayu pule mudah diperoleh, baik menebang sendiri maupun menerima setoran, dari beberapa daerah sekitar, seperti Sukoharjo, Kaliwiro, dan Banjarnegara.

Kesulitan terbesar, menurutnya adalah untuk menularkan keterampilan yang dimiliki kepada anaknya.

“Memang ada anak saya yang minat. Akan tetapi, karena masih sekolah saya tidak ingin terlalu memaksakan,” katanya.

Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo Agus Purnomo mendukung kerajinan topeng kayu untuk tetap bertahan di tengah arus globalisasi ini.

“Pak Kuwat ini secara nyata menunjukkan kesetiaan pada upaya melestarikan seni dan budaya khas Wonosobo,” katanya.

Agar bisa lebih berkembang, pihaknya berusaha lembaga perbankan bisa masuk dan membantu permodalan untuk usaha kerajinan topeng kayu milik Kuwat. Jn16-ant

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *