Pertamina Gencarkan Operasi Pangkalan Nakal

  • Whatsapp
ILUSTRASI

PEKALONGAN, Jowonews.com – Pertamina bersama kepolisian di Kabupaten Pekalongan sedang menggencarkan operasi ke pangkalan-pangkalan elpiji 3 kg. Ini guna menghindari penyalahgunaan elpiji bersubsidi ini.

“Apabila ditemukan penyalahgunaan tersebut, kami akan memberikan sanksi tegas berupa tidak lagi diperbolehkan menjual elpiji subsidi bagi agen maupun pangkalan yang nakal,” kata Sales Executive Elpiji Pertamina Rayon III eks-Keresidenan Pekalongan, Sulistya Adhi.

Pihaknya menghimbau masyarakat agar tidak resah terkait kemungkinan akan langkanya elpiji 3 kg menyusul kondisi musim penghujan. Pertamina Rayon III eks- Keresidenan Pekalongan, Jawa Tengah, menjamin ketersediaan elpiji 3 kg di Kabupaten Pekalongan masih aman.

“Hingga kini belum ada pengurangan suplai elpiji dan distribusinyapun masih relatif lancar. Meski memasuki musim hujan yang biasanya mengalami kecenderungan peningkatan kebutuhan konsumen terhadap elpiji tetapi stoknya masih relatif aman,” katanya.

Menurutnya, konsumsi masyarakat terhadap elpiji ukuran 3 kg pada September dan Oktober 2016 masih stagnan dan tidak ada pengurangan dengan pasokan sekitar 820.000 tabung. Hanya saja, untuk mengantisipasi ketersediaan elpiji 3 kilogram, warga mampu dilarang menggunakan barang yang mudah terbakar tersebut.

“Kami mengimbau bagi warga menengah atau mampu menggunakan elpiji ukuran 5,5 kgilogram atau 12 kilogram sehingga elpiji bersubsidi itu dapat dimanfaatkan secara semestinya, yaitu untuk warga tidak mampu,” katanya.

Ditambahkan, bagi warga mampu dan pemilik hotel bisa menggunakan elpiji ukuran 5,5 kg dengan harga Rp65 ribu per tabung karena selama ini ada dugaan sejumlah restoran maupun rumah makan menggunakan elpiji subsidi. “Sesuai instruksi Pemerintah Pusat, elpiji tabung melon dilarang digunakan untuk usaha bisnis baik industri maupun hotel,” tambahnya. (Jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *