PSIS Ditahan Imbang PSPS

  • Whatsapp
PSIS ditahan imbang 0-0 oleh PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri Semarang. (jn19)

SEMARANG, Jowonews.com – Beban PSIS untuk lolos ke babak delapan besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B kian berat. Hal itu setelah Mahesa Jenar hanya bermain imbang 0-0 saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (30/10) dalam lanjutan babak 16 besar.
Kans PSIS untuk lolos ke babak delapan besar memang masih terbuka, asalkan bisa memaksimalkan dua laga sisa, yakni laga tandang melawan Persekap Pasuruhan dan kandang menjamu PSGC Ciamis. “Hasil ini memang tidak sesuai dengan yang kami harapkan, agar bisa lolos mau tidak mau harus kerja keras pada dua laga sisa,” ujar Pelath Fisik PSIS, Suwardi Widodo seusai pertandingan.

Saat ini PSIS mengemas lima poin sama dengan yang dikumpulkan PSPS Pekanbaru. Namun PSPS secara head to head lebih unggul dibandingkan PSIS. Sehingga PSIS masih tertahan di peringkat empat dengan lima poin. Jumlah yang sama juga dimiliki PSPS dan PSGC Ciamis. Sedangkan Persekap Pasuruan masih nyaman di puncak dengan torehan enam angka.

Dalam laga kemarin, penampilan PSIS kurang meyakinkan. Beberapa kali masih terjadi salah umpan antar pemain. Beberapa kalu peluang yang tercipta pada babak kedua juga gagal dikonversi menjadi sebuah gol.

Peluang datang dari Harry Nur saat mencoba peruntungan di menit ke-10, namun sayang sundulannya masih melayang diatas mistar. Tiga menit berselang, tendangan bebas Safrudin Tahar masih belum menemui bidang sasaran. Sepakan bek kanan PSIS melayang diatas gawang PSPS.

Selama babak pertama sebenarnya tuan rumah berhasil mendominasi permainan, namun tak satu pun gol tercipta. Pada babak kedua, PSIS mencoba untuk meningkatkan agresifitas serangan baik melalui Harry Nur, Johan Yoga, M Yunus, maupun Arif Yanggi yang masuk menggantikan Ediyanto.

Puncaknya PSIS mendapatkan tendangan penalti saat Johan Yoga dijatuhkan di kotak terlarang PSPS. Namun sayang, Johan Yoga gagal melaksanakan tugasnya sebagai eksekutor penalti. Tendanan Johan Yoga melambung diatas mistar gawang PSPS yang dijaga Susanto.

PSIS kembali diuntungkan setelah salah satu pemain PSPS, Doly Ramadhan Gultom mendakat kartu merah oleh wasit. Unggul jumlah pemain, anak asuhan Eko Riyadi ini terus meningkatkan serangan. Namun bukannya gol yang tercipta, PSIS justru kehilangan satu pemain, setelah Achmad Agung dikartu merah oleh wasit.

Setelah itu permainan PSIS terkesan terburu-buru. Para pemain terlihat seperti terbebani untuk meraih kemenangan dalam laga ini. Namun hingga peluit akhir pertandingan, kedudukan masih tetap 0-0. “Dengan hasil ini berarti untuk bisa lolos kita harus bisa meraih poin di kandang Persekap Pasuruhan,” terang Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho.

“Dalam pertandingan tadi terlihat bahwa pemain kita kesulitan saat menghadapi tim yang pertahanannya sangat rapat. Sehingga pemain kesulitan dalam mencetak gol,” lanjutnya.
Sementara itu Pelatih PSPS Pekanbaru, Philpe Hansen mengakui permainan berlangsung seimbang. “Sebenarnya PSIS lebih matang dalam permainan, namun para pemain kami disiplin dalam dalam menjaga pertahanan,” katanya.

Pihaknya sangat mensyukuri hasil satu poin yang diraih anak asuhnya. “Jujur target kami tour ke Jawa ini dua poin, diharapkan lawan PSIS satu poin dan lawan PSGC Ciamis nanti juga satu poin. Sementara ini target lawan PSIS terpenuhi,” tandasnya. (jn19)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *