DPRD Nilai Batik Solo Trans Masih Sepi Peminat

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Transportasi massal di Kota Surakarta juga dinilai kalangan dewan masih belum mencapai tujuan pembangunannya. Batik Solo Trans (BST) dinilai masih sepi peminat. Selain itu dewan menyoroti belum meratanya jumlah peminat di setiap koridor. Sebagai contoh koridor dari dan menuju bandara.

Anggota Komisi D Muhammad Rodhi menyatakan penyebabnya lebih kepada fasilitas, jarak shelter dan juga jadwal bus.

“Karena lokasi pemberhentian bis di bandara agak jauh dari selasar kedatangan dan keberangkatan pesawat, kemudian fasilitas shelter juga sangat minim, atap penahan panas dan hujan saja tidak ada. Penyebab kedua, mungkin karena jadwal bis dengan jadwal pesawat belum sinkron. Perlu sosialisasi koridor bandara ini lebih masif,” terang Rodhi, Rabu (2/11/2016).

Untuk meningkatkan jumlah penumpang BST, legislator dari Dapil V Jateng yang juga meliputi Solo itu menyatakan perlunya rancang bangun penentuan koridor. Selain titik asal penumpang, waktu berangkat dan tiba di suatu pemberhentian menurutnya juga penting.

“Agar orang tidak terlalu lama menunggu di pemberhentian BST, karena ada kepastian waktu. Saya pernah amati seorang ibu calon penumpang yang menunggu cukup lama di pemberhentian BST,” katanya.

Menurut perhitungannya, mahasiswa dan pelajar juga cukup banyak yang berminat. “Tapi kalo koridor tidak melewati atau dekat rumahnya, akhirnya bawa motor deh. Demikian juga pelajar kalau dihimbau untuk tidak membawa motor, tapi fasilitas shelter tidak menjangkau sekolahnya dan waktunya yang tidak menentu akan membuat mereka enggan untuk naik BST. Masak setiap hari alasannya sama telat gara2 naik BST. Dan pasar juga perlu menjadi titik yang harus dilewati,” pungkasnya. (jn17/jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *