Dewan Sayangkan Model Pendidikan di Indonesia yang Dinilai tak Konsisten

  • Whatsapp
TEGAL, Jowonews.com – Menengok kondisi pendidikan Indonesia akhir – akhir ini, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengajak guru – guru untuk ikut membantu pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan dengan mengusulkan Grand Design pendidikan Nasional.

Menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di masyarakat mengenai pendidikan Indonesia, Fikri merasa model pendidikan Indonesia yang tidak konsisten karena silih berganti mengikuti pergantian menteri adalah salah satu indikasi pemerintah Indonesia belum memiliki Konsep Pendidikan yang berkelanjutan.

“Kami mengajak teman – teman Guru yang tergabung dalam organisasi apapun, PGRI atau PGSI atau yang lainnya, ikut bantu kami untuk meretas konsep pendidikan berkelanjutan. Grand Design, jadi nanti bisa kita sampaikan ke Kementerian. Kita Fasilitasi” Terang Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini saat menghadiri Rapat Koordinasi Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) di Guci Tegal, Sabtu (05/11/16) lalu.

Menurut Fikri, peran praktisi pendidikan dalam hal ini adalah guru sangatlah penting untuk dirumuskan dan disampaikan kepada pemerintah. Sehingga Grand Design pendidikan tidak hanya sebatas wacana yang tercatat di dalam kurikulum, tetapi bisa untuk diterapkan oleh penyelenggara pendidikan dan guru.

Lebih lanjut Fikri menjelaskan bahwa konsep pendidikan Indonesia  seharusnya disesuaikan dengan tujuan negara. Sehingga pendidikan tidak hanya menjadi sebuah solusi untuk mengembangkan kesejahteraan tetapi juga membantu untuk menanamkan nilai – nilai luhur bangsa Indonesia.

“Gunanya guru – guru menyampaikan rumusan pendidikan adalah untuk nantinya konsep pendidikan itu bisa diterapkan. Tidak sebatas administratif, tapi benar – benar dengan hati.” Pungkas Fikri.

Dalam kesempatan yang sama Ketua PGSI Jawa Tengah Muh Zen Adv menyampaikan bahwa yang merasakan dan menjalankan konsep pendidikan adalah Guru. Oleh karena itu, PGSI siap untuk membantu pemerintah untuk membuat Grand design bersama dengan elemen lainnya.

“Yang kita takutkan saat ini, guru sudah tidak fokus dengan bagaimana muridnya, karena disibukkan dengan administratif. Kita mengkhawatirkan konsep pendidikan ini tidak ditangani oleh orang – orang yang memang fokus dalam dunia pendidikan. Padahal mendidik itu bukan administratif, tapi hati kepada murid,” terang Zen.

Lebih lanjut Zen mengingatkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan guru, agar guru bisa fokus untuk mendidik anak. Saat ini tidak sedikit guru yang menjadikan profesi mendidiknya adalah pengabdian sedangkan ia memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja selain guru. (jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *