Konsumsi Ikan di Jateng Rendah, Dewan Sarankan Program One Day One Fish

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Di tengah gencarnya  kampanye untuk menggalakkan konsumsi ikan, Provinsi Jawa Tengah rupanya masih punya banyak ‘PR’ untuk mencapai tingkat konsumsi ikan sesuai harapan Pemerintah. Data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, tingkat konsumsi ikan warga daerah ini masih berada di bawah angka 10 kilogram  per tahun per jiwa. 

Disisi lain, kondisi produksi dan industri perikanan di Jateng cukup bagus. Produksi ikan tangkap tak kurang 125.000 ton dan mampu memberikan peluang kerja tak kurang dr 200.000 orang nelayan dan masyarakat pesisir. Namun rendahnya konsumsi ikan di Jateng disesalkan kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng. 

“Cukup menyedihkan jika konsumsi ikan rakyat jateng paling rendah di nasional? Masak kalah sama provinsi lain,”kata Riyono, anggota Komisi B DPRD Jateng, Senin (7/11/2016) di Semarang. 

Berdasarkan data yang ada, konsumsi ikan di jateng baru 22.37 kg per kapita per tahun. Sementara, konsumsi ikan tahun 2015 sebanyak 20.9 kg per kapita per tahun. Sehingga, kata Riyono, walaupun naik 2 persen ini masih jauh dari harapan nasional yang ditarget oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sebanyak 40 – 70 kg per kapita/ per tahun. 

“Saya rasa perlu Pemprop menggalakan kembali gerakan Makan Ikan secara spesifik, selama ini belum maksimal hanya dengan gerakan umum. Perlu lebih speaifik, misal “one day one fish” 1 hari 1 ekor ikan bagi anggota keluarga,” ujar legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng ini. 

Menurut Riyono, jika one day one fish ini bisa dijalankan maka Riyono optimis konsumsi ikan rakyat jateng akan meningkat minimal 5 persen di tahun 2017. 

Sebelumnya, untuk meningkatkan konsumsi ikan, Pemprov mendirikan  Forum Peningkatan Sadar Mutu Karantina Ikan (Formikan)–yang baru saja terbentuk– di Jawa Tengah cukup strategis untuk menanggulangi persoalan tersebut. 

Selain mengajak masyarakat untuk gemar mengonsumsi ikan, forum ini juga ini juga bertanggungjawab untuk mengkampanyekan kepada masyarakat agar mengonsumsi produk perikanan yang sehat dan  berkualitas. Ini menjadi penting mengingat masyarakat yang telah mengonsumsi ikan tak  banyak yang tahu apakah produk perikanan tersebut cukup sehat dan berkualitas dari hulu sampai hilir. 

Aries Tri Wibowo, Ketua Formikan Jateng mengatakan bahwa selama ini, masyarakat hanya tahu ikan yang dijual pasar secara kasat mata masih tampak segar walaupun sudah mati. Bahkan yang dijual di toko moderen masih hidup dalam akuarium. Namun belum tentu produk perikanan tersebut berkualitas dan berasal dari budidaya yang baik. (jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *