Pemprov Usulkan Anggara Rp 110 Miliar, 50 Embung akan Dibangun Tahun Depan

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Pemprov Jateng berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp 110 miliar untuk membangun 50 embung di 2017. Tahun 2015 sudah 9 embung terbangun, dan di 2016 ada 23 embung baru dan 4 lanjutan pembangunan dengan anggaran Rp 50 miliar.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Tengah Prasetyo Budhie Yuwono mengatakan, pembangunan embung dilakukan secara bertahap, mengingat program rencana membangun 1.000 embung di provinsi ini jadi prioritas. Untuk 2017, proses pembangunan dibagi menjadi dua tahap.

Tahap pertama lelang akan dilakukan Desember 2016 atau awal 2017, jumlahnya kurang dari 25 embung. Sisanya, akan dilelang pada tahap kedua yang akan dilaksanakan April 2017.

“Kami optimistis 50 embung dapat terbangun di 2017, asal permintaan anggaran kami disetujui. Kami juga menyiasati pembangunannya dengan membagi dalam dua tahap,” paparnya.

Pembangunan embung dilakukan mengingat baru 20 persen air yang ditangkap dari hujan. Idealnya, 70 persen dapat ditampung untuk dimanfaatkan, seperti untuk bendungan, irigasi, industri, dan PLTA.

“Rata-rata luas embung yang akan dibangun sekitar satu hektare. Diantaranya akan dibangun di Brebes, Wonogiri dan Tegal,” tuturnya.

Selain pembangunan, renovasi dan perawatan embung terus dilakukan. Selama ini kurangnya pasokan air menjadi masalah utama dalam sektor pertanian di Jateng. Salah satu penyebabnya karena minimnya waduk serta embung untuk penampung air.

“Embung bisa menampung 200-300 juta meter kubik air, sehingga kebutuhan air sektor pertanian nantinya bisa diatasi,” kata dia.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan, program 1.000 embung yang dicanangkan pemprov sulit terealisasi karena terbatasnya anggaran. Meski itu merupakan program jangka panjang, tetap sulit untuk diwujudkan jika melihat kondisi di lapangan.

“Tahun ini, pemprov hanya membangun 27 embung karena minimnya anggaran dan rasionalisasi anggaran di 2016,” paparnya.

Menurut politikus PKS itu, dari hasil pantauan di lapangan, pembangunan fisik 15 embung kurang pas. “Akibatnya fungsi embung menjadi tidak maksimal. Embung tersebut diantaranya ada di Pati, Kendal, Kabupaten Semarang, dan Brebes,” katanya.

Persoalan yang ditemukan seperti lokasi tidak representatif, pembangunan yang rata sehingga air tak bisa mengalir maksimal, sampai tidak adanya resapan atau endapan untuk lumpur.

“Padahal untuk embung yang bagus, seharusnya dibangun di daerah atas sehingga airnya bisa dimanfaatkan semua masyarakat. Dan ada beberapa embung dibangun di lahan sembarangan, padahal itu merupakan aset pemerintah,” ujarnya. (jn01/jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *