BMKG Minta Masyarakat Tak Terpancing Isu Tsunami Laut Selatan Jawa

  • Whatsapp
ILUSTRASI

JAKARTA, Jowonews.com – Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dan terpancing atas isu akan gemba besar dan tsunami di laut selatan Jawa.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Daryono berharap masyarakat agar tenang meski ada isu tidak dapat dibertanggungjawabkan soal gempa besar dan tsunami di selatan Jawa.

“Dari sekian banyak isu akan terjadi gempa bumi besar dan tsunami, hingga saat ini tidak ada satupun yang terbukti benar,” kata Daryono di Jakarta, Senin (21/11).

Menurutnya, pemberitaan yang berkembang di media sosial dalam beberapa hari terakhir terkait aktivitas gempa bumi di Yogyakarta dan sekitarnya cukup meresahkan.

Dia mengatakan sejak awal November 2016, terjadi sembilan kali aktivitas gempa bumi yang dirasakan di zona selatan pulau Jawa dan dua gempa bumi di antaranya menimbulkan kerusakan, yaitu di Pengalengan, Jawa Barat pada 6 November 2016 dan di Malang, Jawa Timur tanggal 16 November 2016.

Meningkatnya aktivitas gempa bumi akhir-akhir ini, kata dia, bukan merupakan indikasi akan terjadinya peristiwa gempa bumi besar. Aktivitas gempabumi di zona selatan Jawa hingga saat ini masih tergolong wajar, karena zona selatan pulau Jawa memang berdekatan dengan subduksi lempeng aktif.

Daryono mengatakan proses gempa itu terjadi ketika lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah pulau Jawa dengan laju 74 milimeter/tahun yang berdampak kepada tingginya aktivitas gempa bumi di selatan Jawa.

Banyaknya aktivitas gempa bumi, lanjut dia, merupakan perwujudan pelepasan energi berkala sedikit demi sedikit sehingga tidak terjadi akumulasi tegangan berlebihan yang dapat memicu terjadinya gempa bumi besar. (jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *