Terdakwa Mantan Manager Persis Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Mantan Manajer Persis Solo, Waseso. (Timlo.net)

SOLO, Jowonews.com – Terdakwa mantan Manager Persis, Waseso yang diduga terlibat kasus pemalsuan tanda tangan pencairan dana senilai Rp21,6 miliar dituntut oleh jaksa penuntut umum selama 4,5 tahun atau empat tahun enam bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Surakarta, Senin.

Jaksa Penuntut Umum Tomy Aryanto dan Kiswandari yang membacakan tuntutannya secara pergantian mengatakan terdakwa Waseso telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memalsukan surat yang diperuntukan sebagai bukti mencairan dana seolah-olah isinya benar, jika menggunakan itu dapat menimbulkan kerugian yang dilakukan secara berlanjut.

Menurut Tomy Aryanto hal tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 263 ayat (1) KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dalam dakwaan primer.

Terdakwa terbukti telah memalsukan tanda tangan nomor buku tambungan bersama atas nama terdakwa dan korban Roestina Chayo Dewi pemilik Perusahaan Garmen PT Ladewindo Karanganyar sebanyak 18 kali dengan total nilai Rp21,6 miliar di Bank UOB di Jalan Urip Soemoharjo Solo.

Menurut dia, terdakwa secara sah dan penyakinan terbukti melakukan memalsuan tanda tangan korban blangko pengambilan, dan dua kali di antaranya masuk ke nomor rekening pribadi Waseso, dan 16 kali lainnya cair uang tunai.

“Kami menjatuhkan pidana kepada terdakwa Waseso, penjara empat tahun enam bulan dipotong selama terdakwa mengalami masa penahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” kata jaksa penuntut umum.

Jaksa penuntut umum juga menyatakan barang bukti berupa aplikasi pembukuan rekening bersama atas nama Waseso dan Roestona Cahyo Dewi dengan nomor rekening 0085085721 Bank UOB cabang Surakarta.

Barang bukti lainnya, kata jaksa, tanda tangan Waseso dan Roestina Cahyo Dewi, surat ketentuan umum atas nama terdakwa dan korban, serta 18 slip pengambilan dan pemindahan bukuan mulai tanggal 6 Agustus 2012 hingga 24 April 2013.

Jaksa pengatakan hal hal yang meringankan terdakwa selama mengikuti persidangan berlaku sopan dan mau berterus terang serta masih mempunyai tanggung jawab keluarga, sedangkan yang memberatKan terdakwa pernah terjerat hukum kasus korupsi.

Terdakwa Waseso yang didampingi penasihat hukum Bambang Hadi dan Hengky Wicaksono kemudian diberikan kesempatan oleh Ketua Majelis Hakim Torowa Daeli, waktu selama satu pekan untuk menyusun tanggapan atas tuntutan jaksa.

Ketua Majelis Hakim Torowa Daeli akan melanjutkan sidang dengan agenda mendengarkan pembelaan baik dari terdakwa maupun penasehat hukumnya, di PN Surakarta, pada Senin (5/12). (jn03/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.