Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Nasional di Banyumas

  • Whatsapp

BANYUMAS, Jowonews.com – Sejumlah warga Kabupaten Banyumas mengeluhkan kerusakan jalan nasional di jalur selatan Jawa Tengah khususnya ruas Rawalo-Wangon karena telah banyak terdapat lubang sehingga berbahaya terutama bagi pengendara sepeda motor.

“Lubangnya setiap hari bertambah lebar. Bahkan, selang beberapa hari muncul lubang baru,” kata salah seorang warga, Dodi di Rawalo, Kabupaten Banyumas, Senin.

Setiap kali berangkat maupun pulang bekerja di Purwokerto, dia mengaku selalu lewat ruas jalan Wangon-Rawalo karena rumahnya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas.

Menurut dia, banyak pengendara sepedda motor yang harus rela menerjang lubang di jalan terutama saat berpapasan dengan bus pada malam hari.

“Apalagi kalau terjadi hujan pada malam hari, pengendara sepeda motor semakin kesulitan untuk memilih ruas jalan yang kondisinya bagus,” katanya.

Warga lainnya, Giyo mengaku sempat hampir tertabrak bus saat berusaha menghindari lubang ketika dalam perjalanan pulang dari Wangon menuju rumahnya di Kebasen, Banyumas.

Menurut dia, kerusakan jalan terparah di sekitar pertigaan Klapagading hingga Jatilawang.

“Saya khawatir jika kerusakan jalan tidak segera diperbaiki akan menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Informasi yang dihimpun, kerusakan juga terjadi pada jalan nasional yang menghubungkan jalur pantai utara dan jalur selatan Jateng khususnya di ruas Pekuncen-Ajibarang.

Selain itu, jalan berlubang juga banyak ditemui di ruas jalan nasional Ajibarang-Purwokerto terutama di antara pertigaan Losari dan Pasar Cilongok.

“Kemarin malam sewaktu saya lewat pertigaan Losari hingga Pasar Cilongok sedikitnya ada puluhan pohon pisang yang ditanam warga di sebagai tanda kalau jalannya berlubang,” kata salah seorang warga Purwokerto, Sunarto.

Ia mengharapkan pemerintah untuk segera memperbaiki jalan yang rusak karena selain membahayakan pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat, kondisi tersebut dapat mengganggu perekonomian warga.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah Purworejo-Wangon Farman Ali mengatakan pihaknya terus berupaya menambal jalan berlubang di jalur selatan Jateng.

Kendati demikian, dia mengaku terkendala dalam pekerjaan penambalan jalan berlubang akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Kalau hujan tentu susah kerja. Begitu kering, kerja (menambal jalan berlubang, red.) tiba-tiba hujan lagi, lubang yang lama belum selesai ditutup, muncul lubang baru,” katanya.

Bahkan, kata dia, kadang kala lubang yang baru ditutup, aspalnya mengelupas lagi akibat terkena hujan sehingga tidak bisa bertahan lama.

Menurut dia, perbaikan jalur selatan Jateng secara permanen akan dilaksanakan mulai pertengahan tahun 2017.

Ia mengatakan seluruh ruas jalan nasional di jalur selatan Jateng antara batas Yogyakarta hingga Wangon akan dilebarkan secara bertahap dan diperkirakan akan selesai dalam kurun empat tahun.

“Saat ini, perbaikan baru sebatas penambalan,” katanya. (jn03/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *