Ditolak PO Bus, Ribuan Pendemo Naik Angkot Menuju Pelabuhan

LAMPUNG, Jowonews.com – Ribuan massa dari Lampung yang akan mengikuti aksi ke Jakarta akhirnya memilih menggunakan angkutan kota menuju tol laut di Pelabuhan Panjang. Hal ini merupakan buntut dari pembatalan sepihak perusahaan otobus (PO) yang enggan menggangkut masa menuju pelabuhan Bakauheni.

Koordinator masa Mulyono mengatakan pihaknya telah memesan 20 unit bus berkapasitas 60 penumpang per bus. Ia juga telah berikan down payment (DP), namun pada Rabu (30/11) malam tiba-tiba mendadak pihak PO membatalkan kesepakatan untuk memberangkatkan sekitar 1000 massa dari Lampung. “Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan, bahkan sudah DP,” kata Mulyono, seperti dalam keterangan rilis yang diterima redaksi jowonews.com, emarin.

Mulyono melanjutkan, akhirnya dirinya beserta ribuan massa memilih menggunakan jalur tol laut dari Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung.

Dari titik kumpul di Museum Lampung, massa dari kabupaten/kota se-Lampung itu menggunakan ratusan angkot dan Bus Rapid Transit (BRT) ke Pelabuhan Panjang. Lalu diangkut menggunakan tol laut menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Setelah sampai Tanjung Priok, ribuan massa akan melakukan long march hingga ke Tugu Monas. “Mudah-mudahan sampai Priok tidak terlambat,” kata Mulyono.

Mulyono menyayangkan pembatalan sepihak dari PO. Menurutnya, hal ini akibat kelalaian Kapolri yang tidak mencabut secara resmi larangan bagi PO untuk mengangkut massa ke Jakarta. Padahal telah ada kesepakatan antara GNPF MUI dengan Kapolri tentang diperkenankannya Aksi Bela Islam Jilid III dengan tema dzikir kubro dan gelar sajadah di Monas, Jumat (2/12) esok.

“Kesepakatannya kan sudah ditayangkan di berbagai media cetak dan elektronik, seharusnya tidak diabaikan begitu saja oleh jajaran kepolisian dari tingkat Polda hingga Polresta, yang jadi pertanyaan, ini lalai atau sengaja?” kata Mulyono.

Mulyono juga mengaku kecewa atas tindakan penghadangan oleh aparat kepolisian di beberapa titik di Lampung. Akibatnya, keberangkatan massa dari berbagai wilayah di Sumatera lain, seperti Sumatera Barat dan Bengkulu terhambat. (Jn19)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *