KPU: Partisipasi Masyarakat di Pileg Cenderung Menurun

SEMARANG, Jowonews.com – Peran serta masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif sejak era orde baru cenderung mengalami penurunan. Berdasarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan partisipasi tertinggi masyarakat tercatat pada pemilu 1999 sebesar 92 persen, 2004 (84 persen), 2009 (70,69 persen), 2014 (75,17 persen) dan yang terendah pada pemilu 2015 yaitu hanya 69 persen.

Selain itu, tingkat partisipasi pemilih juga menurun dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 sebesar 71.7 persendibandingkan pilpres 2014 (70,59 persen). Pada saat yang bersamaan penyelenggaraan pemilu membutuhkan dana yang besar dan cenderung meningkat seiring inflasi.

Realisasi dana penyelenggaraan pemilu 2004 sekitar Rp4,4 trilun dibandingkan dengan pemilu 2009 (sekitar 8,5 triliun), sementara kebutuhan anggaran pemilu 2014 mencapai Rp14,4 triliun dibandingkan Rp7,1 triliun pada pemilu 2015.

Dalam rangka mendukung upaya pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum sebagai otoritas Pemilu untuk meningkatkan partisipasi publik dan kualitas pilkada serentak 2017, The Indonesian Parliament, pengembang dan penyedia referensi politik pemerintahan, meluncurkan aplikasi ‘Pilkada 2017” yang memperkenalkan konsep ‘memilih’ dengan sistem referensi dan voting digital berbasis e-KTP.

Dengan memberikan kemudahan membandingkan Visi Misi, Profil, Tim Kampanye, Status Dukungan, Rekam Jejak lebih dari 300 pasang calon Gubernur/Walikota/Bupati di 101 daerah di Indonesia. Aplikasi ini diharapkan dapat mendorong dan mengedukasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara obyektif berdasarkan berdasarkan kinerja, rekam jejak serta kesamaan ideologis. (jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.