Program Kartu Tani, DPRD Jateng Prihatin 12 Daerah Belum Didata

  • Whatsapp
ILUSTRASI

SEMARANG, Jowonews.com – Program kartu tani yang diunggulkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sampai saat ini masih belum terealisasi. Bahkan, dari 35 kabupaten/kota tercatat masih ada sebanyak 12 daerah yang belum melakukan pendataan petani.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Ma’ruf mengaku prihatin dengan program kartu tani yang berjalan sangat lambat. Padahal, program tersebut digadang-gadang merupakan program unggulan dan bisa untuk memfasilitasi petan di Jateng.

“Ironisnya, sampai sekarang masih ada 12 daerah belum terdata jumlah petaninya. Pendataan saja belum bagaimana mau terealisasi,”ungkapnya, kemarin.

Untuk pendataan 12 daerah baru akan dilakukan 2017 dengan anggaran sebesar Rp 10 Miliar. Pendataan bakal dilakukan secara by name by adress untuk mengetahui jumlah petani di Jateng.

Meski begitu, yang bakal dilakukan pendataan kartu tani adalah petani yang memiliki lahan komoditas lahan tanaman pangan/padi. “Sedangkan untuk buruh tani tidak masuk dalam data kartu tani. Sekarang masih digarap Setbakorluh Jateng,” tambahnya.

Secara terpisah anggota Komisi B DPRD Jateng, Riyono mengatakan, masyarakat petani dan nelayan menanyakan realisasi dan pembagian kartu petani serta kartu nelayan. Untuk kartu tani, saat ini baru berjalan di Kabupaten Batang.

Sedang kabupaten lain belum ada sama sekali. Padahal petani mengharapkan kartu tani dapat menjadi sarana yang digunakan untuk mendapatkan kemudahan akses kebutuhan-kebutuhan yang berhubungan dengan aktivitas mereka, seperti kemudahan membeli pupuk yang merupakan kebutuhan vital para petani.

”Janjinya eksekutif akan menyelesaikan pendataan di akhir Juli 2016. Kami dorong eksekutif untuk segera membagi, dan akan dievaluasi pelaksanaannya di lapangan,” katanya.

Program kartu tani yang berlarut-larut tak kunjung terealisasi, membuat petani tidak bisa merasakan manfaat program tersebut. Selama ini bantuan untuk petani berupa subsidi pupuk baru dirasakan oleh kelompok tani, bukan masing-masing petani.

Tak hanya itu, para petani di Purworejo, Temanggung, Wonosobo dan Magelang juga meminta agar pemprov melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan alat-alat pertanian yang diperuntukkan secara merata.

Diharapkan, daerah yang jauh dari penyuluh pertanian juga mendapat perhatian, tidak hanya daerah yang dekat saja yang mendapat alokasi bantuan.(adv/JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *