Banyumas Canangkan Sehari Tanpa Beras

  • Whatsapp

BANYUMAS, Jowonews.com – Bupati Banyumas Achmad Husein mencanangkan gerakan “Satu Hari Tanpa Beras (One Day No Rice”) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk mengurangi ketergantungan masyarakat akan komoditas beras.

“Hari ini merupakan hari pertama pencanangan ‘One Day No Rice’ atau ‘Satu Hari Tanpa Beras’. Saya mohon bukan sekadar pencanangan tanpa ada kontrol, harus berhasil,” kata Bupati di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (13/12).

Menurutnya, pencanangan gerakan “Satu Hari Tanpa Beras” sesuai dengan instruksi pemerintah pusat untuk menghemat beras 1,5 persen setiap tahun.

Ia mengatakan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2013, satu orang dalam sehari mengonsumsi beras sebanyak 240 gram.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, setiap orang mengonsumsi beras sebanyak 114 kilogram per tahun sedangkan survei Kementerian Pertanian menyebutkan setiap orang rata-rata mengonsumsi beras sebanyak 312 gram per hari.

“Andaikata 312 gram dikalikan dengan jumlah penduduk kita (Banyumas, red.) yang sebanyak 1,7 juta dan dalam satu tahun ada 12 ‘One Day No Rice’, akan ada 6.405 ton (beras yang dihemat, red.). Jumlah yang sangat besar sekali,” katanya.

Dalam hal ini, gerakan “Satu Hari Tanpa Beras” di Banyumas akan dilaksanakan pada tanggal 22 setiap bulan.

Bupati mengatakan jika 1 hektare sawah setiap panen bisa menghasilkan 5 ton beras dan dalam satu tahun dua kali panen, akan ada sekitar 640 hektare sawah yang bisa dihemat sehingga kerusakan tanah akibat penggunaan pupuk anorganik atau kimia.

Menurut dia, hal itu sangat besar manfaatnya terutama untuk ketahanan pangan.

“Dengan ‘One Day No Rice’, dalam sehari kita tidak makan nasi tetapi mengonsumsi dari sumber lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Wisnu Hermawanto mengatakan gerakan “Satu Hari Tanpa Beras” ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, peran, dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA).

Selain itu, kata dia, untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan pokok beras dan mendorong tercapainya target pemerintah untuk mengurangi konsumsi beras 1,5 persen per tahun. (Jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *