Lokasi Pembangunan Jateng Park Diusulkan Dipindah

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com –  Rencana Pemrov Jateng Jateng membangun Taman Safari Jawa Tengah atau Jateng Park di kawasan Wana Wisata Penggaron, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang perlu ditinjau ulang. Bahkan, akan lebih baik jika rencana pembangunan Jateng Park di tempat itu dibatalkan, kemudian dipindah ke tempat lain.

“Sudah saatnya untuk dievaluasi. Sebab sudah bertahun-tahun tidak juga dimulai. Tertunda tunda terus pembangunannya. Lebih baik dipindah saja lokasinya,” kata Didiek Hardiana Prasetyo, Anggota Komisi B DPRD Jateng, Selasa (13/12).

Menurut politisi dari PDIP ini, rencana pembangunan tempat wisata ini sudah dimulai sejak lama, namun sejauh ini belum dimulai. Salah satu kendalanya selama ini adalah persoalan regulasi. Wana Wisata Penggaron yang status kepemilikannya ada di Perhutani menjadi salah satu sebab sulitanya mewujudkan pembangunan Jateng Park.

“Menurut saya, dipindah ke lahan yang asetnya murni milik Pemprov Jateng. Pilihan pertama adalah pindah keKawasan Wisata Tlogo di Tuntang Kabupaten Semarang. Di area tersebut, sarana pendukungnya cukup memadai,” saran aleg dari Dapil Jateng V ini.

Didiek mengungkapkan, banyak kelebihan yang diperoleh jika dibangun di Tlogo. Misalnya, dari aspek regulasi lebih mudah, karena lahan di Tlogo Tuntang adalah aset Pemprov, bukan milik Perhutani. Selain itu, pembagian saham tidak rumit. Karena hanya melibatkan Pemprov, Pemkab Semarang dan investor.

“Jika dibangun di Penggaron ini, Perhutani kan sudah minta 51 persen saham. Kemudian sisa sahamnya dibagi Pemprov, Pemkab, dan investor. Apa bisa jalan? Bayangkan, dari pembagian saham saja sudah sulit dijalankan,” jelasnya.

Kelebihan lainnya, kawasan Wisata Tlogo tak jauh dari pintu keluar tol Bawen. Sehingga, ketika proyek jalan tol Trans Jawa selesai, maka masyarakat dari berbagai daerah yang ingin menuju lokasi sangat mudah.

“Jika Jateng Park jadi, jalan tolTrans Jawa dari Jateng ke Jatim sudah menyambung, pasti bisa menyedot warga Jatim,” ungkapnya.

Lahan seluas 400 hektare di Tlogo Park, lanjutnya, jika hanya dimanfaatkan untuk pengembangan Jateng Park sekitar 10 persen, sudah lebih dari cukup. “Saya berharapPemprov segera membuat master plane dan feasibility study (FS) untuk Tlogo Park,” pungkasnya. (jn01/jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *