Jatuh di Wamena, TNI Pastikan Pesawat Hercules Layak Terbang

  • Whatsapp
ILUSTRASI

JAKARTA, Jowonews.com – Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja menyatakan pesawat Hercules C-130 HS asal Australia yang jatuh di Wamena, Papua, masih layak terbang.

“Secara kelaikan pesawat ini layak terbang, sisa jam terbang 9000 jam terbang, semua kondisi layak terbang,” ujar Wakasau saat jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (18/12).

Pesawat Hercules itu terbang dalam misi latihan, yakni dalam rangka peningkatan kemampuan penerbang. Dalam latihan terbang ini, penerbang yang saat ini berstatus kopilot diuji untuk dapat menjadi Kapten Pilot. Hadiyan mengatakan, dengan uji terbang ini, maka penerbang akan dites untuk menghadapi ujian di alam Papua.

“Dan misi di Papua ini adalah tes. Uji coba salah satu latihan bahwa nantinya para penerbang ini mampu mengoperasikan di manapun berada,” ujar Hadiyan.

Ia menduga jatuhnya pesawat karena faktor cuaca. Namun demikian, jangan dijadikan patokan.
Dalam kecelakaan terbang ada lima faktor yang harus diinvestigasi dan perlu dianalisa, yakni manusia, material, media, misi dan manajemen.

“Jadi, jangan terburu-buru menyimpulkan karena perlu analisa. Kita sudah kirim tim investigasi. Pangkoopsau II akan memimpin langsung proses evakuasi di Wamena,” tandasnya.

Pesawat Hercules bernomor A-1334 yang dipiloti oleh Mayor Pnb Marlon A Kawer diawaki 12 orang dan satu orang penumpang. Pesawat berangkat dari Timika pukul 05.35 WIT dan dijadwalkan mendarat di Wamena pukul 06.13 WIT. Namun pukul 06.09 WIT, pesawat mengalami lost contact.

Adapun nama-nama kru pesawat Hercules itu yakni Kapten J. Hotian F. Saragih (Penerbangan BR), Lettu Hanggo Fitradhi (Penerbangan II), Lettu Fajar Prayogo (Navigator I), Peltu Lukman Hakim (Juru radio udara). (jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *