Longsor Terjang Kecamatan Gebog Kudus

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga membuat akses jalan di desa setempat terputus akibat tertutup material longsor, Senin (19/12).

Menurut Kapolsek Gebog AKP Muhaimin di Kudus, Selasa, peristiwa tanah longsor di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus terjadi Senin (19/12) pukul 21.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, lanjut dia akses jalan setempat terganggu, terutama warga bermukim di Dukuh Jigung, Dukuh Nogosari, dan Dukuh Kelir maupun warga Desa Bategede, Jepara yang biasanya menggunakan akses jalan yang sama.

Untuk memudahkan akses warga yang hendak melakukan aktifitas pagi hari, kata dia akhirnya dilakukan kerja bakti pada Selasa (20/12) dini hari untuk membuka akses jalan khusus kendaraan roda dua.

Dengan dukungan warga, Polri, TNI serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, akhirnya pukul 02.00 WIB dilakukan kerja bakti.

Sementara Selasa (20/12) pagi, kata dia dilanjutkan kerja bakti massal dengan dukungan personel yang lebih banyak untuk membersihkan material tanah longsor yang menutup semua badan jalan.

Ketebalan material longsor yang menutupi jalan desa setempat, diperkirakan mencapai 1,5 meter lebih dengan panjang jalan yang tertutup material mencapai puluhan meter.

Kepala BPBD Bergas Catursasi Penanggungan menambahkan peristiwa tanah longsor di Desa Menawan sepanjang tahun 2016 tercatat sudah dua kali.

Peristiwa serupa, kata Bergas terjadi pada bulan Maret 2016 pada lokasi yang tidak jauh dari lokasi longsor saat ini.

Hanya saja, material tanah longsor yang menutupi jalan tidak sebanyak peristiwa sebelumnya karena bisa dibersihkan tanpa mengandalkan alat berat.

“Peristiwa bulan Maret 2016 harus menggunakan alat berat, sedangkan hari ini (20/12) hanya mengandalkan tenaga manusia,” ujarnya.

Untuk membersihkan material tanah longsor tersebut, BPBD Kudus menerjunkan 30-an personel.

Meskipun akses jalan bisa dibuka kembali, setelah dibersihkan sejak Selasa (20/12) pukul 07.00 WIB, tebing setinggi 10 meter yang mengalami longsor masih perlu lerengnya diperkuat.

“Penguatan lereng agar tidak menimbulkan longsor susulan,” ujarnya.

Ia berharap, warga Desa Menawan untuk tetap waspada, mengingat curah hujan mulai tinggi.

“Jika ada tanda-tanda tanah mulai retak atau terjadi kelembaban yang berlebihan, sebaiknya melaporkan kepada perangkat desa atau BPBD Kudus untuk ditindaklanjuti apakah hal itu rawan longsor atau tidak,” ujarnya.

Desa Menawan dan sekitarnya, kata dia memang termasuk salah satu desa di Kudus yang rawan terjadi tanah longsor. (jn03/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *