Enam Pekerja Karaoke Terjaring Razia Narkoba

CILACAP, Jowonews.com – Sebanyak enam pekerja tempat karaoke terjaring razia narkoba yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dengan didukung Satuan Polisi Pamong Praja dan Subdetasemen Polisi Militer IV/1-1 Cilacap.

Dalam razia yang digelar sejak Selasa (20/12) malam hingga Rabu dini hari itu, petugas gabungan yang dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Santosa mendatangi tiga tempat karoke di wilayah Sampang dan Kroya.

Tempat karaoke yang pertama kali didatangi petugas, yakni Rendezvous di Desa Karangjati, Kecamatan Sampang.

Di tempat karaoke itu, petugas meminta seluruh pengunjung dan pemandu lagu untuk menjalani pemeriksaan urine.

Akan tetapi dalam pemeriksaan urine tersebut, tidak ada pengunjung dan pemandu lagu yang urinenya positif mengandung narkoba.

Selanjutnya petugas menuju Kroya dan di daerah itu dilakukan pembagian tim pemeriksa urine, masing-masing mendatangi tempat karaoke Sena dan Queen.

Sama halnya dengan pemeriksaan urine tempat karaoke Rendezvous, di Sena juga tidak ditemukan pengunjung maupun pemandu lagu yang positif narkoba.

Sementara dalam pemeriksaan urine di tempat karaoke Queen, petugas menemukan seorang perempuan pemandu lagu yang urinenya positif mengandung narkoba jenis sabu-sabu (methamphetamin).

Namun saat ditanya petugas, perempuan itu mengaku tidak menggunakannsabh-sabu dan dalam satu pekan terakhir juga tidak mengonsumsi obat-obatan yang mengandung “methamphetamin”.

“Tadi hanya minum anggur kolesom. Saya juga tidak minum obat apapun,” kata perempuan itu.

Oleh karena curiga, petugas akhirnya memeriksa karyawan tempat karaoke tersebut hingga akhirnya diketahui dua orang positif benzo dan tiga orang positif “methamphetamin”.

Saat ditanya petugas, kelima orang itu tidak mengakui jenis obat apa yang mereka konsumsi.

Petugas akhirnya menggeledah sejumlah ruangan, lemari, dan meja resepsionis di tempat karaoke itu guna mencari kemungkinan adanya barang bukti sabu-sabu atau obat-obatan lainnya.

Kepala BNN Kabupaten Cilacap AKBP Edy Santosa mengatakan dalam razia tersebut, pihaknya mengamankan enam orang karena hari pemeriksaan urine mereka diketahui positf narkoba.

“Ada enam orang, salah seorang di antaranya perempuan pemandu lagu sedangkan empat orang lainnya merupakan karyawan sini, tiga orang positif ‘methamphetamin’ dan dua orang positif benzo,” katanya.

Menurut dia, empat orang yang positif “methamphetamin” atau sabu-sabu akan dibawa ke Kantor BNN Kabupaten Cilacap untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mendalam karena mereka belum mengakui obat apa yang mereka konsumsi. (jn03/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *