5 Kecamatan di Pati Dilanda Banjir Bandang

  • Whatsapp
ILUSTRASI

PATI, Jowonews.com – Sebanyak lima desa di Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat, dilanda banjir bandang yang mengakibatkan ratusan rumah tergenang dan satu rumah rusak.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Sansusi Siswoyo di Pati, banjir bandang yang melanda lima desa tersebut terjadi pada Jumat pagi.

Adapun desa yang terdampak akibat intensitas hujan yang cukup tinggi tersebut, di antaranya Desa Angkatan Kidul, Angkatan Lor, Kadalingan, Sinomwidodo, dan Karangwono.

Hingga kini, dia mengakui, belum bisa memastikan jumlah rumah warga yang tergenang banjir, mengingat banjir bandang hanya berlangsung beberapa jam.

Ia memperkirakan genangan banjir di lima desa tersebut saat ini mulai surut.

Akan tetapi, lanjut dia, air banjir tersebut diperkirakan lari ke desa lain yang berada di Kecamatan Winong, seperti Desa Guyangan maupun Desa Ngantru.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, katanya, Sungai Godo yang melintasi sejumlah desa yang tergenang banjir di Kecamatan Tambakromo tersebut, memang tidak mampu menampung debit air.

“Karena Kamis (29/12) malam juga turun hujan, maka air yang berasal dari pemukiman penduduk tidak bisa masuk ke sungai, sehingga menimbulkan terjadinya banjir bandang,” ujarnya.

Terkait data rumah rusak, Sanusi mengakui, hingga kini belum menerima laporan.

Guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana serupa, kata dia, perlu dukungan masyarakat, salah satunya agar tidak membuang sampah sembarangan, karena ada beberapa titik aliran sungai yang terdapat tumpukan sampah dari batang bambu.

Selain itu, ujarnya, terdapat jembatan yang terlalu rendah, sehingga ketika debit air meningkat justru menghambat laju air.

“Hal itu, tentu perlu ada perhatian. Jika memungkinkan tentunya perlu ditinggikan,” ujarnya.

Istianah, warga Desa Katan Kidul mengakui, banjir bandang kali ini tergolong paling parah, dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Akibat kejadian tersebut, lanjut dia, dinding rumah bagian depan yang terbuat dari kayu jebol, serta dinding rumah bagian belakang yang terbuat dari bambu juga sama mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang.

Suhadi, warga desa lainnya menambahkan, genangan banjir bandang di dalam rumahnya hingga lutut orang dewasa.

Beruntung, lanjut dia, tidak ada perabot elektronik yang mengalami kerusakan, mengingat banjir terjadi pada Jumat (30/12) pukul 07.00 WIB dan mulai surut sekitar pukul 09.00 WIB.

Beberapa warga desa lainnya, sibuk membersihkan lantai rumahnya dari tumpukan lumpur.

Ia berharap, banjir bandang yang memang sering terjadi setiap tahunnya ada penanganan, sehingga warga tidak lagi khawatir akan terjadi banjir bandang. (jn03/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *