Presiden Blusukan berikan Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil

  • Whatsapp

BATANG, Jowonews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) “blusukan” di Desa Klidang Lor, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, untuk memberikan makanan tambahan kepada masyarakat untuk meningkatkan keadaan gizi.

“Yang pertama, saya ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa negara kita, Indonesia, ingin agar nanti 10 tahun yang akan datang, 20 tahun yang akan datang, 30 tahun yang akan datang bisa bersaing, bisa berkompetisi dengan negara-negara yang lain,” kata Jokowi saat acara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Batang pada Senin siang.

Presiden mengatakan kondisi anak dan balita merupakan aset atau modal dalam pembangunan dan kompetisi global.

Menurut Jokowi, keadaan gizi menjadi hal penting yang berpengaruh kepada kualitas SDM Indonesia karena menunjang kepandaian dan kecerdasan.

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan sumber protein selain dari makanan PMT seperti tahu, tempe, telur dan ikan.

Kepala Negara meminta para ibu untuk selalu memeriksakan keadaan anaknya ke posyandu atau pun puskesmas guna mengetahui kondisi gizinya.

“Anak kita nanti normal, pinter, cerdas, pandai dan bisa bersaing nanti dengan sumber daya manusia dari negara yang lain,” jelas Presiden.

Makanan tambahan yang dibagikan adalah sejumlah boks biskuit yang memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan bagi balita, ibu hamil dan pelajar.

Presiden mengingatkan pada ibu hamil dengan usia kehamilan 1-3 bulan UNTUK mengKonsumsi biskuit dua keping per hari, usia kehamilan 4-8 bulan mengKonsumsi tiga keping/ hari, anak usia satu tahun enam keping/ hari dan satu tahun hingga lima tahun 12 keping/ hari.

“Kami minta gizi anak-anak terjamin. Selain itu, ibu hamil juga perlu sumber protein daging dan ikan, dan telur,” katanya.

Presiden berharap pemberian makanan tambahan pada anak usia sekolah dan ibu hamil ini agar anak bisa pandai dan tumbuh normal.

“Negara berharap anak-anak bisa pandai dan sehat agar kita dapat bersaing dengan negara lain karena dalam kurun 10 tahun hingga 20 tahun ke depan kita menghadapi persaingan yang berat sekali. Oleh karena, kenapa diberikan makanan gizi tambahan agar bisa sehat,” katanya.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan berdasar data jumlah anak-anak dengan status kekurangan gizi di Kota Pekalongan masih relatif cukup tinggi, yaitu 26,58 persen yang seharusnya 10 persen.

Menkes menitipkan pada Menteri Kelautan dan Perikanan jika ibu hamil di kampung nelayan untuk membiasakan makan ikan.

“Ibu-ibu hamil yang kekuarangan gizi rawan mengalami kejang-kejang dan kekurangan darah. Presiden sudah menitipkan anak-anak hidup sehat dan cerdas agar bisa menjadi negara yang kuat,” katanya. (jn03/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *