Diserang Wereng, Panen Cabai di Temanggung Merosot

  • Whatsapp
ILUSTRASI

TEMANGGUNG, Jowonews.com – Disaat harga cabai yang melambung seperti sekarang ini, hasil panen cabai di Temanggung justru merosot. Hal itu lantaran cabai yang ditanam diserang hama wereng.

Beberapa petani cabai rawit merah di Kabupaten Temanggung menyatakan tidak menikmati tingginya harga komoditas itu karena tanaman terkena penyakit sehingga produksinya menurun drastis.

Petani cabai, warga Dusun Gondangan, Kelurahan Tlogorejo, Muhlasin (58) di Temanggung, Rabu, mengatakan harga cabai rawit merah di tingkat petani saat ini Rp80.000 hingga Rp85.000 per kilogram.
“Tingginya harga tersebut belum dinikmati petani, karena hasil tanaman tidak bagus. Buah cabai diserang ‘patek’ sehingga membusuk sebelum dipanen,” katanya.

Ia menyebutkan dari luas lahan 3.000 meter persegi yang ditanami cabai rawit kebetulan bulan ini telah memasuki masa panen. “Pada panen pertama kemarin hanya bisa memetik cabai rawit merah 1,5 kilogram karena lainnya banyak yang busuk,” imbuhnya.

Ia menuturkan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di lahan tersebut sekali petik bisa mencapai dua hingga tiga kwintal, terutama pada saat kemarau.

“Pada penanaman kali ini cuaca kurang mendukung, hampir setiap hari turun hujan. Karena tanah terlalu lembab banyak bermunculan penyakit, antara lain patek, busuk batang, dan daun menguning. Selain itu pertumbuhan tanaman tidak bisa maksimal,” jelasnya.

Petani lain, Istikomah (55) mengaku dari sebanyak 5.000 tanaman cabai miliknya, pada petik pertama kemarin hanya mendapatkan sekitar sembilan kilogram. Hasil panen kali ini memang kurang bagus, biasanya petik pertama bisa puluhan kilogram.

“Kalau sudah terkena patek memang sulit diatasi, berbagai jenis pestisida sudah digunakan untuk memberantas patek tetapi tidak mempan,” katanya.

Ditambahkan, memang harga cabai rawit merah sekarang sangat tinggi, tetapi petani masih rugi karena hasil panen merosot. (jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *