Rencana Perpanjangan Landasan Bandara Cilacap Belum Final

  • Whatsapp
ILUSTRASI

CILACAP, Jowonews.com – Rencana perpanjangan landasan pacu Bandara Tunggul Wulung belum final. Pasalnya masih harus menunggu hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Tunggul Wulung Faizal M menuturkan, sampai saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak pemda (pemerintah daerah) karena kaitannya dengan lahan yang akan dibebaskan,” katanya di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (11/1).

Kendati demikian, dia mengatakan dengan kondisi landasan pacu yang ada saat ini, Bandara Tunggul Wulung bisa didarati oleh pesawat jenis ATR-72 yang berkapasitas 60-70 penumpang. Dia mencontohkan pesawat ATR-72 yang dicarter PT Pertamina (Persero) melayani penerbangan Jakarta-Cilacap pergi pulang (pp) dua kali dalam seminggu.

Sementara untuk penerbangan reguler Jakarta-Cilacap pp, kata dia, dilayani oleh Susi Air dua kali sehari pada pagi dan siang hari. “Tingkat okupansi penumpang untuk penerbangan reguler rata-rata di atas 70 persen. Ya memang pesawatnya pesawat kecil (jenis Cessna 208B Grand Caravan yang berkapasitas 12 penumpang, red.),” imbuhnya.

Bahkan pada saat-saat tertentu seperti menjelang libur panjang, kata dia, kadang ada penerbangan ekstra Jakarta-Cilacap pp.

Ia mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan agar ada pesawat-pesawat berbadan besar seperti jenis ATR-72 yang melayani penerbangan di Bandara Tunggul Wulung. Selain penerbangan reguler, kata dia, Bandara Tunggul Wulung juga melayani 25 pesawat latih milik lima sekolah penerbangan.

Disinggung mengenai rencana Garuda Indonesia melayani rute penerbangan Jakarta-Cilacap, Faizal mengatakan hingga saat ini belum ada kabar lagi dari maskapai pelat merah tersebut. “Kami masih menunggu informasi dari pihak Garuda,” katanya.

Seperti diketahui, rencana perpanjangan landasan pacu Bandara Tunggul Wulung pernah disampaikan oleh Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan saat meresmikan sistem persinyalan kereta api “computer based interlocking (CBI)” di Stasiun Gumilir, Cilacap, pada tanggal 19 Desember 2012.
Dalam hal ini, Menhub meminta Pemkab Cilacap menyediakan lahan untuk memperpanjang landasan pacu Bandara Tunggul Wulung yang hingga sekarang masih sepanjang 1.400 meter menjadi 1.800 meter agar bisa melayani pesawat berbadan besar.

Sementara itu, Garuda Indonesia juga berencana melayani rute penerbangan Pondok Cabe-Cilacap dengan menggunakan pesawat jenis ATR-72. (jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *