Ada Dugaan Pelanggaran Pilkada, Silahkan Lapor di Aplikasi Gowaslu

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) di tujuh kabupaten/ kota pada Februari mendatang, kondisi Jawa Tengah masih terpantau kondusif. Namun, kedewasaan berdemokrasi masih terus diuji. Terlebih, satu daerah, yakni Kabupaten Pati, hanya punya satu pasangan calon yang nantinya melawan kotak kosong.

“Pengalaman saya berkeliling ke tujuh daerah yang mau pilkada itu relatif adem. Kalau ada gesekan antar pendukung satu dua kita nggak bisa pungkiri. Cuma sekarang yang unik dari tujuh pilkada ini ada satu yang lawannya kotak kosong. Maka kedewasaan demokrasinya akan diuji,” terang Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat dialog “Pilkada Damai” bersama Forkopimda, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (17/1) malam.

Pernyataan Ganjar itu diamini anggota Bawaslu Jateng Juhana SPd MSi. Menurutnya, suasana kondusif menjelang pilkada serentak di tujuh kabupaten/ kota juga tercermin dari Indeks Kerawanan Pilkada Jawa Tengah yang relatif rendah. Hanya Kabupaten Brebes yang indeks kerawanannya termasuk kategori sedang.

“Pasca penetapan pasangan calon Bawaslu sudah punya alat ukur Indeks Kerawanan Pilkada. Ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi pelanggaran, baik oleh peserta maupun pemilih. Dari tujuh kabupaten/ kota, secara nasional Jawa Tengah ini masuk kategori indeks kerawanan yang rendah. Hanya Kabupaten Brebes yang masuk sedang di angka 2. Adapun enam kabupaten/ kota di bawah satu koma,” terang Juhana.

Indeks Kerawanan Pilkada, lanjut dia, mengukur beberapa indikator. Di antaranya, ada tidaknya penyalahgunaan bansos, dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Juhana berharap, masyarakat turut berpartisipasi mengawasi pilkada. Jika melihat adanya pelanggaran, mereka dapat melaporkan kepada Bawaslu Jateng melalui aplikasi Gowaslu.

“Masyarakat cukup download di android aplikasi Gowaslu. Apabila ada dugaan laporan pelanggaran, di mana ada pelanggaran, siapa yang melakukan, kapan kejadiannya akan segera kami tindak lanjuti,” bebernya. (jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *