Sejumlah Warga Desak Gubernur Normalisasi Sungai Kalimas

  • Whatsapp

DEMAK, Jowonews.com – Sejumlah warga di Demak menghentikan perjalanan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di jalur alternatif Desa Waru Kecamatan Mranggen, Rabu (17/1).

Warga yang merupakan petani korban banjir itu membentangkan spanduk yang intinya mendesak agar gubernur segera menormalisasi Sungai Kalimas.

Penghadangan tersebut terjadi saat mobil dinas Gubernur Jateng beserta rombongan hendak melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pati dan Rembang.

Mengetahui diadang tiga petani dengan menggunakan spanduk bertuliskan “Pak Gubernur Tolong Dinormalisasikan Sungai Ini, Sering Banjir”, Ganjar langsung turun dari mobil Toyota Hiace bernomor polisi H 1.

Ganjar kemudian menemui tiga petani tersebut untuk menanyakan langsung alasan mereka nekat melakukan pengadangan.

Salah seorang petani yang juga warga setempat bernama Murodi (64) mengaku sengaja mengadang orang nomor satu di Jateng itu karena selalu menjadi korban banjir ketika anak sungai yang mengalir di dekat rumah dan sawahnya itu meluap.

“Sudah puluhan tahun, warga Desa Waru Kalimas dan Desa Waru Krajan menjadi korban banjir dengan ketinggian air sekitar 50-60 centimeter akibat meluapnya sungai setelah turun hujan,” katanya.

Ia mengatakan banjir yang menggenangi areal pemukiman dan persawahan itu surut dalam waktu yang lama akibat sempit serta dangkalnya sungai di daerah setempat.

“Oleh karena itu, kami minta bantuan Bapak Gubernur untuk menormalisasi sungai agar tidak terus menerus kebanjiran,” terangnya.

Ganjar pun langsung mengecek kondisi Sungai Kalimas yang ternyata mengalami penyempitan, bahkan beberapa aliran pada anak sungai tertutup bangunan permanen.

Ganjar kemudian meminta stafnya menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera melakukan normalisasi sungai beserta alirannya yang melintas di Desa Waru.

Perangkat desa setempat juga diinstruksikan untuk segera melaporkan kondisi itu ke Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pengendalian Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Demak agar ditindaklanjuti.

“Setelah dinormalisasi, diharapkan warga peduli dengan kondisi lingkungan masing-masing dan secara bersama menjaga kondisi sungai sehingga terawat serta tidak menyebabkan banjir,” tambahnya. (Jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *