Sudah Dua Tahun tak Dapat Hibah, Pemprov Diminta Memperhatikan Ngesti Pandowo

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Pengurus Grup Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang mengadu ke DPRD Jateng. Pasalnya, Ngesti Pandowo sudah dua tahun sejak 2015 tidak mendapatkan bantuan dana hibah dari Pemprov Jateng.

Ketua Ngestu Pandowo, Joko Mulyono berharap Pemprov memberikan apresiasi dan memperhatikan Ngestu Pandowo. Karena tidak ada bantuan, otomatis berbagai kegiatan menjadi tidak maksimal.

Selama ini Ngestu Pandowo sudah ikut berperan dalam pembinaan dan nguri-nguri kebudayaan Jawa Tengah. “Sudah dua tahun ini tidak ada bantuan, akhirnya pengurus harus patungan sendiri untuk menutup biaya kegiatan,” katanya usai beraudiensi dengan Komisi E DPRD Jateng, kemarin.

Ia menambahkan, Ngestu Pandowo mendapatkan bantuan dari Provinsi terakhir 2014. Bantuan itu sangat berharga karena bisa menghidupkan dan menutup operasional. Meski sudah tidak ada bantuan, Ngestu Pandowo tetap melakukan pentas setiap Sabtu malam.“Ini bentuk komitmen kami untuk nguri-nguri wayang orang,” ujarnya.

Ia berharap Pemprov bisa lebih memperhatikan Grup Wayang Orang Ngesti Pandowo. Karena dalam satu tahun anggaran yang diajukan tidak lebih dari Rp 350 juta. Itu sudah untuk kegiatan pentas serta mencari bibit-bibit unggul wayang orang di Jawa Tengah.

“Kami berharap ada bantuan dan perhatian. Jangan sampai anak-anak muda kita lupa dan tidak tahu dengan wayang orang,” tambahnya.

Ketua Komisi E DPRD Jateng, As Sukawijaya mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami Grup Wayang Orang Ngesti Pandowo. Pihaknya langsung bergerak cepat, dan ternyata setelah ditelusuri harusnya Grup Wayang Orang Ngesti Pandowo mendapatkan bantuan rutin dari APBD Jateng. Karena sudah ada SK Gubernur No 430/7 Tahun 2014.

“Itu harusnya sudah jadi acuan, Pemprov bisa mengeluarkan anggaran untuk Grup Wayang Orang Ngesti Pandowo,” katanya.

Dewan mengaku akan terus memperjuangkan keberadaan Grup Wayang Orang Ngesti Pandowo. Sebab perannya cukup besar untuk ikut menjaga dan melestarikan kebudayaan masyarakat Jateng.

Terlebih Grup Wayang Orang Ngesti Pandowo sudah berdiri sejak 1937 dan masih tetap eksis meski tidak mendapatkan bantaun dari Pemprov Jateng. Grup Wayang Orang Ngesti Pandowo sudah merupakan aset Pemprov.(adv/jn01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *