Diguyur Hujan,Tebing Damarwulan Longsor

  • Whatsapp
ILUSTRASI

JEPARA, Jowonews.com – Tebing di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (25/1) longsor akibat gerusan air hujan hingga menutup akses jalan warga masyarakat di wilayah tersebut.

“Dampak longsor sangat dirasakan oleh warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, karena menutupi akses utama jalan bagi warga yang hendak menuju daerah lain atau ke kota,” kata Camat Keling Mohammad Toriq Alamsyah di Jepara, Rabu (25/1).

Ia mengatakan, longsor terjadi pada Rabu (25/1) pukul 11.00 WIB, setelah sebelumnya turun hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi. Hingga kini kondisi lokasi yang longsor masih rawan, mengingat masih terjadi longsoran kecil-kecil.

Di sisi kiri jalan tersebut, kata dia, memang terdapat tebing tinggi, sehingga ketika terjadi longsor material longsorannya menutup akses jalan desa dari Tempur menujur Damarwulan.

Sementara lokasi longsor, katanya, berada di wilayah Desa Damarwulan yang berbatasan dengan Desa Tempur. “Kalaupun warga Desa Tempur memiliki kepentingan mendesak untuk ke kota atau ke daerah lain, bisa menggunakan jalan alternatif melalui Desa Payak, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati,” ujarnya.

Jaraknya, lanjut dia, memang lebih jauh, karena harus melalui wilayah Pati. Evakuasi material longsoran, katanya, masih harus menunggu alat berat dari Pemkab Jepara yang saat ini sedang menuju lokasi.

Sementara tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara maupun Regu Pencari dan Penolong (SAR) sudah siap di lokasi kejadian longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara Lulus Suprayetno menambahkan, material longsor tidak hanya tanah, melainkan ada bebatuan sehingga harus mendatangkan alat berat.

Selain itu, lanjut dia, jalan yang tertutup material longsor mencapai 30 meteran dengan ketebalan mencapai 5 meteran.

Selain menutup akses jalan warga Desa Tempur menuju Desa Damarwulan atau ke Kota Jepara, longsor juga mengakibatkan satu tiang listrik roboh serta jembatan penghubung Desa Damarwulan ke Desa Tempur mengalami kerusakan.

Bencana tanah longsor hingga menutup akses jalan di Desa Damarwulan tidak hanya sekali ini, karena pada tahun 2011 juga terjadi peristiwa yang sama. (jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *