Sebagian Besar Cabai di Semarang Dipasok dari Jatim

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Salah satu pedagang besar cabai di relokasi Pasar Johar Semarang, Suyadi menuturkan salah satu faktor kenaikan harga cabai saat ini adalah pasokan yang kurang.

Pedagang sendiri berupaya mengutamakan pembelian dari petani daripada pengepul agar keuntungan yang diperoleh petani lebih besar.

“Daripada membeli dari pengepul, saya mengutamakan pembelian ke petani. Dengan begitu mereka akan lebih diuntungkan dan semakin semangat menanam cabai,” katanya di Semarang, Kamis (26/1).

Dia mengakui untuk saat ini pasokan dari petani mengalami penurunan cukup signifikan. Jika biasanya satu petani bisa menyuplai cabai rawit 5 kuintal/hari, untuk saat ini turun menjadi 1 kuintal/hari.

Hal tersebut tentu saja berdampak pada kenaikan harga cabai. Meski demikian, dia tidak menyayangkan kenaikan harga tersebut karena cuaca memang sedang tidak menentu.

“Cuaca seperti ini siang panas, malam hujan merusak tanaman cabai rawit. Kalaupun saat ini harga harus naik berarti petani sedang diuntungkan, karena saat harga turun, cabai seperti tidak ada artinya, petani rugi,” imbuhnya.

Untuk cabai rawit ini, Suyadi lebih banyak mendatangkan dari Jawa Timur. Bahkan, 70 persen cabai dagangannya didatangkan dari Jawa Timur, sedangkan sisanya dari Jawa Tengah.

Dia mengatakan pasokan cabai dari Jawa Tengah tidak terlalu banyak sehingga harus mendatangkan dari Jawa Timur.

Sementara itu, diakuinya kenaikan harga ini berpengaruh terhadap penurunan pembelian dari konsumen.

Yadi mengatakan jika pada hari normal dengan harga di kisaran Rp20 ribu/kg dia bisa menjual 2-3 ton/hari, untuk saat ini paling banyak hanya terjual 5 kuintal/hari.

“Saya yang menentukan harga di pasar, dengan harga saat ini sudah melebihi kekuatan beli masyarakat. Maksimal sebetulnya Rp95 ribu/kg,” tandasnya. (Jn19/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *