1.950 WPA Bantu KPA Sosialisasikan Pencegahan AIDS di Jateng

  • Whatsapp

KARANGANYAR, Jowonews.com – Upaya promotif dan preventif untuk menekan jumlah penderita AIDS menjadi fokus perhatian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), baik di tingkat kabupaten/ kota maupun Provinsi Jawa Tengah.

Langkah serius KPA bahkan diwujudkan dengan gencar mengajak masyarakat berpartisipasi sebagai Warga Peduli AIDS (WPA).

Sekretaris KPA Provinsi Jawa Tengah Drs Zainal Arifin MSi membeberkan, setidaknya ada 1.950 orang WPA yang tersebar di 35 kabupaten/ kota. Tugas WPA dimulai dari mengidentifikasi orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi HIV.

“Apa itu supir bus malam atau luar kota, buruh, atau salon, itu didata. Kemudian (mereka) diadvokasi, diberikan pemahaman untuk melakukan pemeriksaan HIV,” bebernya saat menghadiri Pertemuan Sekretaris KPA Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi, di Wisma Pringgosari Tawangmangu, baru-baru ini.

Zainal menambahkan, tantangan terbesar WPA adalah mengajak orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi HIV untuk memeriksakan diri ke Puskesmas. Sebab, masih banyak mereka yang enggan memeriksakan diri dengan berbagai alasan. Padahal, jika sudah positif terinfeksi HIV, pengobatannya mesti rutin.

“Seandainya positif HIV, maka tugas WPA menyarankan kepada yang terjangkit itu minum anti retroviral untuk daya tahan tubuh. Kalau rutin setiap hari minum itu, kayak orang sehat. Tapi kalau tidak rutin bisa resisten, turun daya tahan tubuhnya dan terkena penyakit ikutan yaitu AIDS,” terangnya.

Tak hanya itu, sinergi antar KPA kini diperkuat dengan pembentukan forum koordinasi KPA eks karesidenan. Seperti di Solo Raya, Kedung Sepur, dan Pantura Barat. Forum koordinasi bisa difungsikan sebagai sarana berbagi persoalan yang dihadapi daerah. Misalnya, jika ada orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) yang meninggal, segera dibentuk tim untuk mengurus jenazahnya.

Sementara, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko menekankan, setiap KPA terus memperhatikan keselamatan kaum perempuan dan anak-anak yang rentan tertular HIV.

“Ibu dan anak-anak perlu dilindungi dari HIV/ AIDS. Ini bukan pekerjaan ringan. Maka kita ajak yang lain,” tegas mantan Bupati Purbalingga itu.

Heru juga mengapresiasi kegigihan KPA untuk mengatasi persoalan HIV/ AIDS tanpa mengharap popularitas atau bahkan gaji.

“KPA ibarat berjalan di lorong sempit. Cari popularitas bukan di situ tempatnya. Bapak/Ibu ini barisan terdepan. Itu mulia. Terima kasih sekali atas keikhlasan Bapak/Ibu karena bekerja luar biasa tanpa mengharap gaji apa-apa,” pungkasnya. (jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *