AJT Bedah Rumah Keluarga Abas yang Hidup Berdesakan dengan Ayam

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Andalan Jeli Tangguh (AJT), salah satu elemen masyarakat yang peduli masyarakat, memberikan bantuan kepada keluarga Abas yang hidup di bawah garis kemiskinan. Keluarga Abas yang Subroto (46), warga RT 3 RW 1 Nongkosawit Gunungpati harus tinggal berdesakan di rumah kecilnya berukuran 70 m2. Mereka tinggal dalam ruangan beralaskan lantai tanah basah, dinding tembok tak berplester tanpa perabot rumah tangga.

Istri Abas, Rohmah, biasa berjualan keliling keripik di sekitar kampungnya. Meskipun hidup kekurangan, Abas dan keluarga mengaku bersyukur. Dari empat anaknya, si sulung yang mendapat Bidikmisi kuliah di peternakan Undip Semarang. Kedua, lulusan SMK bekerja di sebuah proyek di Pekalongan. Anak ketiganya, cewek usia 16 tahun, lulusan SMP dan hanya di rumah sembari jualan makanan ringan. Sementara si bungsu, kelas 1 menengah pertama.

Saat ini, mereka harus berbagi tinggal dengan 28 ekor ayam peliharaannya. Hampir separuh bagian ruang rumah dijadikan kandang ayam. Setiap hari, mereka berbagi ruang bersama ayam di tengah aroma tak sedap.

Sebelumnya, malah 100 lebih ekor ayam tinggal bersama. Ayam-ayam itu sengaja dipelihara, diternak untuk membantu memenuhi kebutuhan. Meskipun disediakan kandang, rangkaian besi dan potongan bambu bekas. Ayam-ayam itu tampak berkeliaran di dalam rumah. Beberapa di antaranya bertengger pada bagian rumah.

“Kadang masuk kamar. Dulu ada 100 an ayam. Seiring waktu mati tinggal 28 ekor. Sudah lebih dari setengah tahun kami tinggal seperti ini bersama ayam, karena memang tidak ada tempat,” kata bapak empat anak itu kepada wartawan di rumahnya, Kamis (26/1).
Saat masuk rumahnya, orang dewasa harus menundukkan kepala karena atapnya yang terlalu rendah. Tak jarang jika hujan, air masuk ke rumah.

Di bagian ruang belakang yang sekarang dijadikan ruang tamu depan, berserakan kursi, satu dipan kecil dengan sumbruk baju-baju di atasnya. Memasuki ruang kedua yang lantainya semakin menurun karena tak sejajar, dihadapkan dapur kecil dengan perabot sederhananya. Berhadapan satu kamar yang hanya berisi satu teve diantara tumpukan baju dan barang lain lain.

“Ya seperti ini. Biasa, ayam berkeliaran di rumah. Sengaja pelihara ayam, karena anak (sulung) ingin coba pelihara ayam. Kalau di luar tidak ada tempat,” kata Rohmah menambahkan.

Al Choiri, Lurah Nongkosawit yang hadir meninjau mengakui kondisi hidup Abas dan keluarga yang tak wajar. Menurutnya, selain kumuh kondisi itu tak menyehatkan.
“Berdasar dataase, ada 360 KK (kepala keluarga) dengan 1.224 jiwa di Nongkosawit yang masih miskin. Total warga Nongkosawit sendiri ada 1.330 KK, 4.990 warga,” kata mantan Sekretaris Lurah Jatirejo yang baru menjabat lurah dua minggu ini.

Warsono, Ketua RW 3 menambahkan, Abas masuk golongan warga miskin. “Dia dapat kartu-kartu dari pemerintah,” katanya.

Sementara, atas kondisi itu, Andalan Jeli Tangguh (AJT), salah satu elemen masyarakat yang kali pertama menemukan dan menerima laporan kemarin langsung membantu. “Langsung kami bantu bedah rumah. Lantai akan di tinggikan dan diplester. Kami juga minta kandang ditata agar tidak di dalam rumah,” kata Sekretaris AJT, Dwi Saputra di lokasi.

Selain rumah Abas, kata Dwi, AJT juga membantu sembilan rumah warga lain di Nongkosawit lainnya.”Bedah rumah sebelumnya dilakukan terhadap lima rumah. Saat ini sembilan rumah kami bantu semen dan pasir,” kata dia. Jn01-Jn16

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *