BEM FIP Unnes Bangun Perpustakaan Desa di Kabupaten Semarang

  • Whatsapp
ILUSTRASI

SEMARANG, Jowonews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang (Unnes) membangun perpustakaan di desa Rogomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Sabtu (28/1/2017).

Agenda ini merupakan hasil karya Sekolah Peradaban BEM FIP angkatan v menyelenggarakan kegiatan pemuda mengabdi yang menjadi agenda pengukuhan sekolah peradaban. Kegiatan yang diikuti lebih dari 30 mahasiswa ini dijadwalkan dari tanggal 26 – 29 Januari 2017.

Serangkaian kegiatan tersebut diwarnai dengan pengabdian kepada masyakat, sesuai dengan tema yang diangkat yaitu memajukan peradaban melalui pengabdian.

Kegiatan tersebut juga berkolaborasi dengan masyarakat setempat yang diisi dengan mengajar anak-anak, kerja bakti, outbond, sosialisasi website desa dan pembuatan perpustakaan di dusun gegunung.  “Dengan adanya kegiatan semacam ini bisa membangun kembali semangat dalam memberdayakan masyarakat,” Kata Trimin, Kepala Desa setempat.

Senada dengan Trimin, Pribowo sebagai kepala Dusun Gegunung, yang mendukung di bangunnya perpustakaan di Dusun Gegunung yang terletak di Masjid Al Ihsan. “Dengan adanya perpustakaan ini semog anak-anak dan remaja bisa lebih memanfaatkan waktu untuk membaca,”ujarnya.

Buku yang di sumbangkan untuk membuat perpustakaan dusun diperoleh dari siswa SP dan mahasiswa lain yang ikut menyumbangkan bukunya.

Menurut Nandita, salah satu mahasiswa Sekolah Peradaban mengatakan  mengatakan bahwa Sekolah Peradaban merupakan sekolah kepemimpinan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, sehingga harapannya sebelum siswa SP di kukuhkan, mereka bisa memahami masyarakat agar bisa memberikan sesuatu kepada masyarakat, karena mahasiswa berasal dari masyarakat dan akan kembali ke masyarakat.

Dalam pelaksanaanya, kata Nandita, sebelum melakukan kegiatan pengabdian di masyarakat, pihaknya mengumpulkan buku-buku bekas. “Seperti buku paket pelajaran SMA, LKS SMP, novel, dan buku-buku bacaan lain yang masih bisa di manfaatkan,”katanya.

Selain itu, untuk menjaga  agar perpustakaan tetap berjalan siswa Sekolah Peradaban menggalang bekerjasama dengan karang taruna setempat.”Jadi untuk peminjaman bukunya dengan sistem jujur, yang meminjam menulis sendiri di buku gang di sediaka, lalu perawatannya kami serahkan kepada teman-teman karang taruna seperti yang telah kita sosialisasikan,”pungkasnya. (jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *