Kampanye Dukung Kotak Kosong Bagian dari Demokrasi

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Para sukarelawan pendukung kotak kosong dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pati 2017 menegaskan kampanye dukungan mencoblos kotak kosong adalah bagian demokrasi.

“Ketika rakyat tidak puas dengan calon tunggal yang juga petahana (incumbent, red) maka boleh memilih kotak kosong. Sah,” ujar Jumadi, pendukung kotak kosong Pilkada Pati 2017 dalam keterangan pers di Semarang, Sabtu (28/1) lalu.

Sebagaimana diketahui, Pilkada Pati 2017 hanya diikuti satu pasangan petahana, yakni Haryanto-Saiful Arifin yang diusung delapan partai politik dari sembilan parpol yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) Pati.

Hanya Nasdem yang tidak mendukung, selebihnya, yakni Partai Demokrat, Golkar, PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gerindra, Hanura, dan PPP mendukung.

Jumadi yang kader PDI Perjuangan itu menilai calon tunggal petahana memunculkan kesan matinya demokrasi di Pati, termasuk di PDI Perjuangan yang sebenarnya memiliki kader-kader potensial.

“Banyak kader partai yang mendaftar sebagai bakal pasangan calon bupati dan wakil. Namun, yang lolos malah petahana yang bukan kader PDI Perjuangan. Tiba-tiba mendaftar, dapat rekomendasi,” katanya.

Jumadi memaklumi jika akar rumput menjadi bingung dan kecewa karena partai besar dari arus bawah meski tidak berani terang-terangan mengungkapkan, termasuk jajaran pengurus anak cabang (PAC).

“Masyarakat sekarang tidak bodoh lagi. Kotak kosong sah sebagai pilihan rakyat. Namun, kegiatan kampanye kotak kosong malah dihambat. Kami hanya ingin menyuarakan kotak kosong bagian demokrasi,”jelasnya.

Sebagai konsekuensi atas pilihannya mendukung kotak kosong pada Pilkada Pati 2017, Jumadi menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua Bidang Perekonomian dan Wisata DPC PDI Perjuangan Pati.

Dukungan kotak kosong juga datang dari politikus PKB Pati, Roihan yang berharap kader internal yang dijagokan sebagaimana keputusan awal, yakni Budiyono yang kini Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati.

“Semuanya, yakni 21 PAC PKB di Pati sudah menanda tangani pengajuan rekomendasi Budiyono sebagai calon. Apalagi, beliau juga kader PKB. Namun, tiba-tiba PKB Pati mendukung calon tunggal,” jelasnya.

Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Pati itu pun memaklumi jika mayoritas, atau hampir 80 persen warga Pati kecewa dengan PKB. Sebab PKB berpeluang mengajukan satu pasangan calon lagi jika berkoalisi dengan Nasdem.

Selain itu, mayoritas warga PKB Pati, kata dia, juga mendukung kotak kosong sehingga keberadaan calon tunggal pada Pilkada Pati 2017 hanya bisa mengambil gerbong dari PKB, namun tidak demikian dengan penumpangnya.

“Saya ini loyal dengan partai. Semenjak PKB lahir, saya mengawali dari pengurus ranting, PAC, juru kampanye, hingga di DPC. Namun, partai yang tidak berkomitmen,” ujarnya lagi. (jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *