Warga Hidup di Bawah Garis Kemiskinan, AJT Laksanakan Program Bedah Rumah

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menurunkan jumlah penduduk miskin ternyata belum banyak membuahkan hasil. Diberbagai daerah di Jateng, masih banyak ditemukan warga yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Abas Subroto (46), warga kelurahan Nongkosawir RT 03 RW 01, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang diketahui hidup serba pas-pasan di bawah garis kemiskinan. Bahkan Abas bersama lima orang anggota keluarganya harus hidup serumah dengan ayam. 

Abas Subroto bersama keluarganya selama ini sangat tertutup terhadap lingkungannya. Saran, masukan dan nasehat dari orang tidak akan pernah diperhatikan. Karena ia memiliki keyakinan, semua itu tidak akan bisa mengubah kehidupan keluarganya.   

Kondisi itu juga dialami oleh komandan organisasi tanpa bentuk Andalan Jeli Tangguh (AJT) yang melakukan blusukan ke kampung-kampung di Kelurahan Nongkosawit, Kamis (26/1) lalu. 

Sebagaimana disampaikan Sekjen AJT Dwi Saputro, saat melakukan blusukan ke RT 03/ RW 01, komandan AJT bertemu dengan Rohmah (40) yang juga istri Abas Subroto. 

Komandan AJT sudah lama mengenal Rohmah, karena setiap hari Rohmah berkeliling kampung jualan makanan kecil. Seperti keriping singkong, keriping pisang dan lain sebagainya. 

“Komandan saat itu tanya kepada bu Rohmah, dimana rumahnya. Setelah ditunjukkan, komandan ingin melihatnya. Tapi bu Rohmah melarang tanpa alasan yang jelas,”ungkap Dwi Saputro. 

Komandan AJT pun penasaran. Sehingga nekat masuk untuk melihat kondisi dalam rumah Rohmah. “Begitu masuk, komandan AJT sangat terkejut sekali,”paparnya. 

Dilihat lantai rumah Abas masih tanah basah, dinding tembok tak berplester serta tanpa perabot rumah tangga sewajarnya. Lebih tragis lagi, mereka harus berbagi tempat dengan ayam peliharaannya. Beberapa ayam diantaranya bertengger di bagian rumah.

 Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut AJT pun langsung mengambi keputusan harus membantu Abas dan keluarganya. Mulai Jumat (27/1), relawan AJT langsung dikerahkan untuk melakukan bedah rumah Abas. 

“Langsung kami bantu bedah rumah. Lantai di tinggikan dan diplester. Kami juga minta kandang ditata agar tidak di dalam rumah,” kata Dwi Saputra di lokasi. 

Dalam jangka waktu dua hari sampai Sabtu (28/1), rumah Abas akhirnya selesai di bedah. Sehingga menjadi rumah sehat dan layak huni.

Selain rumah Abas, kata Dwi, AJT juga membantu sepuluh rumah warga lain di Nongkosawit”Bedah rumah sebelumnya dilakukan terhadap lima rumah. Saat ini sembilan rumah kami bantu semen dan pasir,” katanya. 

 Abas Subroto saat ditemui wartawan di rumahnya mengaku sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih karena rumahnya telah direnovasi oleh AJT. “Saya tidak menyangka mas akan dibantu seperti ini. Selama ini dari pemrintah juga tidak pernah memperhatikan. Tapimalah AJT yang membantu kami,”ungkapnya. (jn01/jn03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *